<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Psikolinguistik &#8211; albabbarrosa</title>
	<atom:link href="https://alba.kazu.co.id/category/psikolinguistik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<description>Sastra, Bahasa, Filsafat, Cerita, Fotografi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2026 06:40:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2020/01/albabbarrosa-favicon-150x150.png</url>
	<title>Psikolinguistik &#8211; albabbarrosa</title>
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Macam Macam Hipotesis Teori Pemerolehan Bahasa</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/bahasa/macam-macam-hipotesis-teori-pemerolehan-bahasa/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/bahasa/macam-macam-hipotesis-teori-pemerolehan-bahasa/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 06:40:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolinguistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/macam-macam-hipotesis-teori-pemerolehan-bahasa/</guid>

					<description><![CDATA[Ga Terima Dipanggil Nenek, Emak Emak di KRL Ngajak Ribut Video Ada Di Bawah!!! Emak Emak Viral &#8211; Seorang penumpang ... <p class="read-more-container"><a title="Macam Macam Hipotesis Teori Pemerolehan Bahasa" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/bahasa/macam-macam-hipotesis-teori-pemerolehan-bahasa/#more-85" aria-label="More on Macam Macam Hipotesis Teori Pemerolehan Bahasa">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading">Ga Terima Dipanggil Nenek, Emak Emak di KRL Ngajak Ribut</h1>



<p class="has-text-align-center"><strong>Video Ada Di Bawah!!!</strong></p>



<p>Emak Emak Viral &#8211; Seorang penumpang wanita marah-marah di KRL. Ia mengomel ke penumpang lain di duduk persis sebelahnya. Rupanya, awal keributak itu lantaran ia tidak terima dipanggil dengan sebutan &#8216;nenek&#8217;.<br><br>Dalam video yang dibagikan oleh akun facebook @Dian Widiyanarko pada Senin (9/9/2019), tampak emak-emak tersebut berupaya menginjak kaki perempuan muda berkacamata yang duduk di sampingnya. Tak lama terjadilah percekcokan antar keduanya.<br><br>&#8220;Bu, jangan ngajak ribut dong,&#8221; ucap si perempuan muda.<br><br>&#8220;Kau yang duluan,&#8221; jawab si emak-emak.<br><br>Perempuan muda itu lantas mengklarifikasi bahwa telah keliru memanggil wanita tadi dengan sebutan &#8216;nenek&#8217;.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" src="https://chordindi.com/wp-content/uploads/2021/06/Tak-terima-dipanggil-Nenek.jpg" alt="" /></figure>



<p>&#8220;Sopan bahasamu, kenapa kamu panggil aku nenek mu?&#8221; timpal wanita paruh baya itu.<br>
<br>
&#8220;Saya cuma mau tawarin, nenek mau duduk deket cucunya atau bukan?&#8221; kata perempuan berbaju putih.<br>
<br>
Si emak-emak itu kembali &#8216;ngegas&#8217; karena dia merasa tidak membawa cucu. &#8220;Memangnya cucu siapa?&#8221; tanyanya lagi.<br>
<br>
&#8220;Kan saya tanya?&#8221; timpal perempuan tadi.<br>
<br>
&#8220;Bilang nenek-nenek, saya tersinggung dong,&#8221; sergahnya.<br>
<br>
Adu mulut keduanya kemudian mengundang kedatangan petugas yang tampak mencoba menenangkan mereka. Video ini kemudian menuai beragam komentar netizen. Lucunya, kebanyakan warganet malah salah fokus alias salfok dengan pasangan yang duduk di samping mereka.<br>
<br>
<br>
&#8220;Salfok sama yang berduaan ekek kata cowonya udah tidur lagi hahaha,&#8221; tulis pemilik akun @anitarzm.<br>
<br>
&#8220;Apa saya aja yg fokusnya ke mas mas nya… ?? lanjut bobo aja jangan pusingin yg lain. Dunia milik berdua,&#8221; timpal @bryanfaelziel00.<br>
<br>
&#8220;Sudah tau kalo cantik dan milenial, dipanggil nenek2, ya marah lah,&#8221; tulis @Totok Suryanto.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Ribut di KRL Karena Marah Dipanggil Nenek" width="840" height="473" src="https://www.youtube.com/embed/T8VO3N9wIvY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>Baca Juga :</strong> <a href="https://alba.kazu.co.id/cerita-sejarah/cerita-misteri-hantu-kapal-laut-kerjaan-majapahit/">Cerita Misteri Kapal Hantu Majapahit</a></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="485" src="https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/04/Hantu-Kapal-Laut-Majapahit-1024x485.jpeg" alt="Cerita Armada Laut Majapahit" class="wp-image-3895" srcset="https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/04/Hantu-Kapal-Laut-Majapahit-1024x485.jpeg 1024w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/04/Hantu-Kapal-Laut-Majapahit-300x142.jpeg 300w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/04/Hantu-Kapal-Laut-Majapahit-768x364.jpeg 768w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/04/Hantu-Kapal-Laut-Majapahit-800x379.jpeg 800w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/04/Hantu-Kapal-Laut-Majapahit-30x14.jpeg 30w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/04/Hantu-Kapal-Laut-Majapahit.jpeg 1140w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>


<div style="line-height: 150%;text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 12pt;line-height: 150%"><span style="font-family: inherit">Pemerolehan bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya di bedakan dari pembelajaran bahasa. Pembelajaran sebuah bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua, setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Jadi, pemerolehan sebuah bahasa berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahasa berkenaan dengan bahasa kedua. </span></span></div>
<div style="line-height: 150%;text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 12pt;line-height: 150%"><span style="font-family: inherit"> </span></span></div>
<div style="line-height: 150%;text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 12pt;line-height: 150%"><span style="font-family: inherit">Ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak sedang memperoleh bahasa pertamanya, yaitu proses kompetensi dan proses performansi. kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. kompetensi merupakan suatu proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung secara tidak disadari. Proses kompetensi ini menjadi syarat untuk terjadinya proses performansi yang terdiri dari dua buah proses, yakni proses pemahaman dan proses menghasilkan kalima-kalimat. </span></span></div>
<div style="line-height: 150%;text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 12pt;line-height: 150%"><span style="font-family: inherit"> </span></span></div>
<div style="clear: both;text-align: center"><a style="margin-left: 1em;margin-right: 1em" href="https://1.bp.blogspot.com/-XdEqDxZTZoM/XZ79mQg5_JI/AAAAAAAAAIk/P5Si0gOodt0mRH1q_DqEd--5g66SzvPjQCPcBGAYYCw/s1600/for-reading-813666_640.jpg"><span style="font-family: inherit"><img decoding="async" src="https://1.bp.blogspot.com/-XdEqDxZTZoM/XZ79mQg5_JI/AAAAAAAAAIk/P5Si0gOodt0mRH1q_DqEd--5g66SzvPjQCPcBGAYYCw/s640/for-reading-813666_640.jpg" width="640" height="360" border="0" data-original-height="360" data-original-width="640" /></span></a></div>
<div style="line-height: 150%;text-align: justify"><span style="font-family: inherit"> </span></div>
<div style="line-height: 150%;text-align: justify">
<p> </p>
<div>Proses pemahaman melibatkan kemampuan atau kepandaian mengamati kalimat yang di dengar. Sedangkan penerbitan melibatkan kemampuan mengeluarkan atau menerbitkan kalimat-kalimat sendiri. kedua jenis proses kompetensi ini apabila telah dikuasai kanak-kanak akan menjadi kemampuan linguistik kanak-kanak itu. Jadi, kemampuan linguistik terjadi dari kemampuan memahami dan kemampuan melahiran kalimat-kalimat baru yang dalam linguistik transformasi generatif disebut perlakuan atau performansi.[1]sedangan teori-teori dalam pemerolehan bahasa adalah:</div>
<h3><b>Teori Hipotesis Nurani</b></h3>
<div> </div>
<div> </div>
<ul>
<li>Hipotesis nurani <span lang="IN">berakar</span> dari beberapa pengamatan yang di lakukan para pakar terhadap pemerolehan bahasa kanak-kanak. Di antara hasil pengamatan Chomsky adalah sebagai berikut </li>
</ul>
<p> </p>
<div> </div>
<ul>
<li>Semua kanak-kanak yang normal akan memperoleh bahasa ibunya asal saja di perkenalkan pada bahasa ibunya itu. Maksudnya, dia tidak di asingkan dari kehidupan ibunya(keluarganya)</li>
</ul>
<p> </p>
<div> </div>
<ul>
<li>Pemerolehan bahasa tidak ada hubunganya dengan kecerdasan kanak-kanak. Artinya, baik anak yang cerdas maupun tidak cerdas akan memperoleh bahasa itu.</li>
</ul>
<p> </p>
<div> </div>
<ul>
<li>kalimat-kalimat yang di dengar kanak-kanak sering kali tidak gramatikal, tidak lengkap dan sedikit jumlahnya.</li>
</ul>
<p> </p>
<div> </div>
<ul>
<li>Bahasa tidak dapat diajarkan kepada mahluk lain, hanya manusia yang dapat berbahasa.</li>
</ul>
<p> </p>
<div> </div>
<ul>
<li>Proses pemerolehan bahasa oleh kanak-kanak dimanapun sesuai dengan jadwal yang erat kaitanya dengan proses pematangan jiwa kanak-kanak.</li>
</ul>
<p> </p>
<div> </div>
<ul>
<li>Struktur bahasa sangat rumit, kompleks dan bersifat universal. Namun dapat dikuasai oleh kanak-kanak dalam waktu yang relatif singkat, yaitu dalam waktu antara tiga atau empat tahun saja.</li>
</ul>
<div> </div>
<p> </p>
<div>Berdasarkan pengamatan diatas, dapat di simpulkan bahwa manusia lahir di lengkapi oleh suatu alat yang memungkinkan dapat berbahasa dengan mudah dan cepat. Lalu, karena sukar dibuktikan secara empiris, maka pandangan ini mengajuan satu hipotesis yang disebut hipotesis nurani. Mengenai hipotesis nurani ini perlu dibedakan adanya dua macam hipotesis nurani yaitu hipotesis nurani bahasa dan mekanisme. <span lang="IN">Dalam </span>Hipotesis <span lang="IN">N</span>urani <span lang="IN">B</span>ahasa <span lang="IN">pemerolehan sebuah bahasa diasumsikan </span> bahwa  sebagian atau semua bagian dari bahasa tidaklah dipelajari atau diperoleh tetapi ditentukan oleh fitur-fitur nurani yang khusus dari organisme manusia.</div>
<div> </div>
<div>Sedangkan hipotesis nurani mekanisme menyatakan bahwa proses pemerolehan bahasa oleh manusia di tentukan oleh perkembangan kognitif umum dan mekanisme nurani umum yang berinteraksi dengan pengalaman.</div>
<div> </div>
<div>Chomsky dan Miller mengatakan adanya alat khusus yang dimiliki setiap kanak-kanak sejak lahir untuk dapat berbahasa. Alat itu namanya language acquisition device (LAD), yang berfungsi untuk memungkinkan untuk seorang kanak-kanak memperoleh bahasa ibunya. Cara kerja LAD ini dapat di jelaskan sebagai berikut : apabila sejumlah ucapan yang cukup memadai dari suatu bahasa diberikan kepada LAD seorang kanak-kanak sebagai masukan (input), maka LAD itu akan membentuk salah satu tata bahasa formal sebagai keluaran (uotput). Adanya hipotesis mengenai LAD ini semakin memperkuat pandangan para ahli di bidang pemerolehan bahasa, bahwa kanak-kanak sejak lahir telah diberi kemampuan untuk memperoleh bahasa ibunya. Eva Clark mengambil kesimpulan bahwa kanak-kanak tidak mungkin dapat menguasai sintaksis bahasanya kalau dia tidak di anugrahi suatu mekanisme nurani yang khusus untuk bahasa bagi tujuan pemerolehan bahasa.</div>
<div> </div>
<p> </p>
<div> </div>
<div>Adapun perbedaan antara hipotesis nurani bahasa dan hipotesis nurani mekanis terletak pada fungsi fitur-fitur nurani. Hipotesis nurani bahasa menekankan terdapatnya suatu benda nurani yang dibawa sejak lahir oleh anak-anak yang khusus untuk bahasa dan berbahasa. Hipotesis nurani mekanisme menyatakan bahwa benda benda  nurani yang di bawa oleh anak sejak lahir berbentuk mekanisme yang umum untuk semua kemampuan manusia. Bahasa dan berbahasa hanyalah sebagian dari yang umum tersebut.</div>
<p> </p>
<h3><b>Teori Hipotesis Tabularasa</b></h3>
<div> </div>
<div>Hipotesis tabularasa pertama kali dikemukakan oleh John Locke seorang tokoh empirisme yang sangat terkenal, kemudian dianut dan disebarluaskan oleh Jhon Wathson seorang tokoh terkemuka aliran Behaviorisme dalam psikologi seara harfiah, tabularasa berarti kertas kosong.</div>
<div> </div>
<div>Hipotesis ini menyatakan bahwa otak bayi pada waktu dilahiran sama seperti kertas kosong yang nanti akan ditulis atau diisi dengan pengalaman-pengalaman. Dalam hubungannya dengan pemerolehan bahasa, menurut hipotesis tabularasa, semua pengetahuan dalam bahasa manusia yang tampak dalam perilaku berbahasa merupakan hasil dari integrasi peristiwa-peristiwa linguistik yang dialami dan diamati oleh manusia itu sendiri. Sejalan dengan hipotesis ini, Behaviorisme menganggap pengetahuan linguistik terdiri dari rangkaian hubungan yang dibentuk dengan cara pembelajaran S-R (Stimulus-Respon). Cara pembelajaran S-R yang terkenal adalah mediasi dan pelaziman operan yang telah dimodifikasi menjadi teori-teori pembelajaran bahasa. Teori mediasi yang diperkenalkan oleh Jenin ini disebut juga teori rantaian proses (responce chaining).</div>
<div> </div>
<p> </p>
<div> </div>
<div>Teori ini didasarkan pada prinsip mediasi atau penengah. Dalam hal ini faktor penengah atau mediasi yang dimainkan oleh otak memegang peranan penting dalam proses  pembelajaran rantaian respon tersebut. Teori pembelajaran bahasa pelaziman operan menyatakan bahwa perlau berbahasa seorang anak dibentuk oleh serentetan hadiah yang beragam. Pada tahap bereloteh (babling period) seorang anak berpotensi untuk mengucapkan semua bunyi yang ada pada semua bahasa. Namun, orang tua tersebut hanya memberikan bunyi-bunyi bahasa yang ada dalam bahasa ibunya saja. Dengan demikian yang dilazimkan anak untuk ditirukan adalah ucapan-ucapan orang tuanya. Jika tiruan ucapan itu benar atau mendekati ucapan yang sebenarnya, maa dia aan mendapat “hadih” dari ibunya dalam bentuk iuman, senyuman, pujian, dan sebagainya.[2]</div>
<div> </div>
<div>Menurut Skinner berbicara merupakan suatu respon operan yang dilazimkan kepada sesuatu stimulus dari dalam atau dari luar yang sebenarnya tida jelas diketahui. Untu menjelaskan  hal ini Skinner memperkenalkan sekumpulan kategori respon bahasa yang hampir serupa dengan ucapan yaitu, mands, tact, echoics, textuals, dan intraverbal operant. Berikut penjelasannya:</div>
<h4>a.      Mands</h4>
<div> </div>
<div>kata mands adalah akar dari kata command, demand, dan lain-lain. Mand ini muncul sebagai kalimat permohonan atau rayuan, hanya apabila penutur ingin mendapatkan sesuatu. Jadi, mand memerlukan satu interaksi khusus antara keadaan dulu yang serupa dan dialami, respons bahasa, perilaku orang yang mengukuhkan dan jenis pengukuhan.</div>
<h4>b.      Tacts</h4>
<div> </div>
<div>Tacts adalah benda atau peristiwa konkret yang muncul sebagai akibat dari stimulus. Didalam tata bahasa tact dapat disamakan dengan menyebut nama sesuatu benda atau perisriwa.</div>
<h4>c.       Echoics</h4>
<div> </div>
<div>Echoics adalah satu perilaku berbahasa yang dipengaruhi oleh respon orang lain sebagai stimulus dan kita meniru ucapan itu.</div>
<h4>d.      Textual</h4>
<div>Textual adalah perilaku berbahasa yang diatur oleh stimulus tertulis sedemikian rupa sehingga bentuk perilaku itu mempunyai korelasi dengan bahasa yang tertulis itu. Korelasi yang dimasud adalah hubungan sistematik antara sistem penulisan (ejaan) suatu bahasa dengan respon ucapan apabila membacanya secara langsung</div>
<h4>e.       Intraverbal operant</h4>
<div><span style="line-height: 115%"><span style="font-family: inherit">Intraverbal operant adalah operan berbahasa yang diatur oleh perilaku barbahasa terdahulu yang dilakukan atau dialami oleh penutur. Umpamanya, kalau sebuah kata dituliskan sebagai stimulus, maka kata lain yang ada hubungannya dengan kata itu akan diucapkan sebagai respon. </span></span></div>
<p> </p>
<h3><b>Teori Hipotesis Kesemestaan Kognitif dalam Pemerolehan Bahasa</b></h3>
<div> </div>
<div>Hipotesis kesemestaan kognitif diperkenalkan oleh piaget. Menurutnya bahasa merupakan satu bagian dari perkembangan kognitif secara umum. Menurut teori yang yang didasarkan pada kesemestaan kognitif, bahasa diperoleh berdasarkan struktur-struktur kognitif deriamotor. Struktur-struktur ini diperoleh anak-anak melalui interaksi dengan benda-benda atau orang-orang disekitarnya.</div>
<p> </p>
<div><b>Urutan pemerolehan ini secara garis besar sebagai berikut:<span>  </span></b></div>
<div>a. Antara 0 sampai 1,5 kanak-kanak mengembangkan pola-pola aksi dengan cara bereaksi terhadap alam sekitarnya. Pola-pola inilah yang diatur menjadi struktur-struktur akal(mental). Berdasarkan mental ini kanak-kanak mulai membangun satu dunia benda-benda yang kekal yang di sebut dengan kekekalan benda. Maksudnya, kanak-kanak telah sadar bahwa meskipun benda-benda yang pernah diamatinya atau disentuhnya hilang dari pandanganya, namun tidak berarti benda-benda itu tidak lagi di dunia. Dia sekarang tau bahwa benda-benda itu dapat dicari dengan struktur aksi tertentu, misal melihatnya di tempat lain.</div>
<div> </div>
<div>b. Setelah struktur aksi telah di nuranikan, maka kanak-kanak memasuki tahap representasi kecerdasan, yang terjadi antara usia 2 tahun sampai 7 tahun. Pada tahap ini kanak-kanak telah mampu membentuk representasi simbolik benda-benda seperti permainan simbolik, peniruan, bayangan, mental, gambar-gambar dan lain-lain.</div>
<div> </div>
<div>c.<span> </span>Setelah tahap representasi kecerdasan, dengan representasi simboliknya berakhir, maka bahasa kanak-kanak semakin berkembang dan dengan mendapat nilai-nilai sosialnya. Struktur-struktur linguistik mulai di bentuk berdasarkan bentuk-bentuk kognitif umum yang telah di bentuk ketika berusia kurang lebih dua tahun.</div>
<div> </div>
<div>Menurut Sinclair-de Zwart ada tiga tahap pemerolehan bahasa anak-anak. Pertama, anak-anak memilih satu gabungan bunyi pendek dari bunyi-bunyi yang di dengarnya untuk menyampaikan satu pola aksi. Kedua, jika gabungan bunyi-bunyi pendek ini dipahami maka anak-anak itu akan memakai seri bunyi yang sama, tetapi dengan bentuk fonetik yang lebih dekat dengan fonetik orang dewasa, untuk menyampaikan pola-pola aksi yang sama, atau apabila pola aksi yang sama dilakukan oleh orang lain. Pola aksi ini pada mulanya selalu mempunyai hubungan dengan anak-anak itu, dan didalam pola aksi itu selalu terjalin unsur, yaitu agen, aksi, dan penderita. Ketiga, muncul fungsi-fungsi tata bahasa yang pertama, yaitu subject-predikan yang menghasilkan unsur subjek-verbal-objek atau agen+aksi+penderita. Hipotesis kesemestaan kognitif sama dengan hipotesis nurani mekanisme dalam linguistik. Piaget dan Mc Namara menyimpulkan bahwa anak-anak lebih dahulu mengembangkan proses-proses kognitif yang bukan linguistik. Setelah itu barulah mereka memperoleh lambang-lambang linguistik itu. Jadi, pemerolehan bahasa bergantung pada pemerolehan proses-proses kognitif itu.[3]</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div> </div>
<div>[1] Abdul Chaer, Psikolinguistik Kajian Teoritik, Rineka Cipta, Jakarta, 2009, hlm.167.</div>
<div>[2] Hayatun Nufus, Wahana Didaktika Vol. 12 No.3 September 2014, hlm. 47. Diakses pada tanggal 11 april 2018.</div>
<div>[3] Meilan Arsanti, Jurnal PBSI Vol.3 No.2 Tahun 2014, hlm. 29. Diakses pada tanggal 11 april 2018.</div>
<p> </p>
</div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/bahasa/macam-macam-hipotesis-teori-pemerolehan-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat kondisi Psikis Seseorang Dari Gaya Bahasa dan Gaya Bicara</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/bahasa/melihat-kondisi-psikis-seseorang-dari-gaya-bahasa-dan-gaya-bicara/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/bahasa/melihat-kondisi-psikis-seseorang-dari-gaya-bahasa-dan-gaya-bicara/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 00:38:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolinguistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/melihat-kondisi-psikis-seseorang-dari-gaya-bahasa-dan-gaya-bicara/</guid>

					<description><![CDATA[Bahasa sebagai alat komunikasi manusia bukan hanya menunujukan kalau manusia itu makhluk sosial. Namun ternyata dengan bahasa kita bisa melihat ... <p class="read-more-container"><a title="Melihat kondisi Psikis Seseorang Dari Gaya Bahasa dan Gaya Bicara" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/bahasa/melihat-kondisi-psikis-seseorang-dari-gaya-bahasa-dan-gaya-bicara/#more-87" aria-label="More on Melihat kondisi Psikis Seseorang Dari Gaya Bahasa dan Gaya Bicara">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Bahasa sebagai alat komunikasi manusia bukan hanya menunujukan kalau manusia itu makhluk sosial. Namun ternyata dengan bahasa kita bisa melihat kondisi psikis seseorang. Kajian tentang ini biasa dikenal dengan psikolinguistik atau psikologi dalam kaitannya dengan linguistik atau bahasa. Selain dengan tingkah laku, manusia akan menunjukan kode kode tertentu yang menyangkut psikis, perasaan, fikiran dengan bahasa yang digunakannya, yaitu ketika dia bicara atau menuliskan sesuatu.</span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN"><br /></span></div>
<table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" style="margin-left: auto;margin-right: auto;text-align: center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-6SrMlAmM6bY/XaYc2kVOFII/AAAAAAAAALg/o9wmS8RFHHM-NHW2gfVSHO4QB5a8dOaTgCLcBGAsYHQ/s1600/restaurant-1807617_640.jpg" style="margin-left: auto;margin-right: auto"><img loading="lazy" decoding="async" border="0" data-original-height="426" data-original-width="640" height="426" src="https://1.bp.blogspot.com/-6SrMlAmM6bY/XaYc2kVOFII/AAAAAAAAALg/o9wmS8RFHHM-NHW2gfVSHO4QB5a8dOaTgCLcBGAsYHQ/s640/restaurant-1807617_640.jpg" width="640" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center">Image by <a href="https://pixabay.com/users/sasint-3639875/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=1807617">Sasin Tipchai</a> from <a href="https://pixabay.com/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=1807617">Pixabay</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Ahli psikologi Emon Bach mengungkapkan dengan jelas dan tegas bahwa psikolinguistik adalah suatu ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya para pembicara atau pemakai bahasa membentuk,membnagun atau mengerti kalimat-kalimat bahasa tersebut. (Bach, 1964: 64)</span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Dengan begitu dapat ditarik kesimpulan bahwa kondisi psikis seseorang dapat mempengaruhi bagaimana cara mereka dalam menyusun suatu kalimat, atau menyusun suatu perkataan. Dengan kondisi psikis begini akan menghasilkan gaya bahasa atau gaya bicara seperti ini, dan dalam kondisi psikis yang begitu akan menghasilkan gaya bicara yang seperti itu pula.</span></div>
<h3 style="text-align: justify"><span lang="IN">Kebimbangan Seseorang Dilihat dari Gaya Bahasa dan Gaya Bicara</span></h3>
<div style="text-align: justify">
<blockquote><p><span lang="IN" style="background-color: #f3f3f3"><span style=", serif;font-size: 17px">Worry never robs tomorrow of its sorrow, it only saps today of its joy.</span><br style=", Times, serif;font-size: 17px;margin: 0px;padding: 0px;text-align: start" /><strong style=", Times, serif;font-size: 17px;margin: 0px;padding: 0px;text-align: start">–&nbsp;Leo F. Buscaglia</strong></span></p></blockquote>
<p><span lang="IN">Sesorang yang sedang bimbang untuk melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu akan terlihat dari gaya bahasa dan bicaranya. Bimbang adalah merasa tidak tetp hati atau kurang percaya, ragu-ragu terhadap sesuatu.</span><br /><span lang="IN"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Dalam keadaan bimbang sesorang akan lebih berhati hati dalam melakukan, memutuskan sesuatu. Dalam kondisi yang seperti itu akan mempengaruhi bagaimana dia akan menyusun sebuah kalimat pembicaraan, dimana ia akan lebih mengulang beberapa kata, dan terlihat seolah dia lama dalam menyusun sebuah kalimat, hal tersebut karena memang dia sedang dalam keadaan bimbang.</span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Kamu bisa mengamati orang sekitarmu tentang perubahan gaya bicara mereka ketika dalam keadaan normal atau dalam keadaan bimbang. Dalam kedaan normal seseorang cenderung luwes dalam menyusun sebuah kalimat pembicaraan, seolah dia sudah menyiapkan kalimat kalimat tersebut, ketika sudah memasuki kebimbangan barulah gaya bicara mereka berubah menjadi lebih kalem, karena dia butuh waktu untuk menyusun dan memutuskan kalimat pembicaraannya.</span></div>
<h3 style="text-align: justify"><span lang="IN">Kesedihan Seseorang Terlihat dari Gaya Bahasa dan Gaya Bicara</span></h3>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Ada saatnya dimana sesorang akan merasa sedih, rasa sedih muncul akibat adanya sesuatu yang berjalan tidak semestinya, tidak sesuai rencana dan tidak sesuai keinginan. Rasa sedih juga bisa muncul ketika kita melihat sesorang yang sedang bersedih, yang membuat kita terbawa suasana sedih.</span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Ketika seseorang sedang bersedih, kesedihan tersebut akan terlihat dari gestur tubuhnya, mata yang kelihatan sebam, pandangan yang kosong tanpa arti, malas untuk melakukan sesuatu dan sebagainya.</span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Kesedihan tersebut juga mempengaruhi gaya bicara sesorang, mereka cenderung malas untuk mengucapkan sesuatu, suarnya akan lebih rendah dari biasanya, juga kata kata yang diucapkan pun mengandung makna makna kesedihan. Meskipun beberepa orang dapat menahan kesedihan. Namun tetap saja kesedihan tersebut akan terlihat dalam gaya bahasa dan gaya bicaranya.</span></div>
<h3 style="text-align: justify"><span lang="IN">Kebohongan Seseorang Dilihat dari gaya bicara dan Gaya Bahasa</span></h3>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Berbohong adakalanya untuk kebaikan adakalanya merupakan kejahatan yang dapat merugikan seseorang. Ada orang yang mencoba meraih sesutu dengan berbohong, atau menghindari sesuatu dengan berbohong. Berbohong pada dasarnya sebuah perbuatan yang mencoba untuk menutup nutupi sesuatu agar tidak diketahui orang lain.</span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN"><br /></span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN">Ketika sedang berbohong, gaya bicara seseorang akan berubah, namun pada pembohong ulung akan terlihat susah mendeteksinya dari gaya bicaranya. Karena pada dasarnya berbohong adalah perbuatan untuk menutupi sesuatu, maka gaya bicaranya akan terlihat kaku, dan seolah mengharuskan kita untuk percaya kepadanya (meskipun tidak semua yang mengharuskan kita untuk percaya adalah berbohong). </span></div>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN"><br /></span></div>
<p><span lang="IN" style="line-height: 115%"></span></p>
<div style="text-align: justify"><span lang="IN" style="line-height: 115%"><span style="font-family: inherit">Mencoba mengalihkan topik pembicaraan, terkadang agar kebohongan tersebut tidak terdeteksi, seseorang akan mengalihkan topik pembicaraan dan mencoba untuk mengamankan topik yang sudah dibahas.</span></span></div>
<p><span lang="IN" style="line-height: 115%"></span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/bahasa/melihat-kondisi-psikis-seseorang-dari-gaya-bahasa-dan-gaya-bicara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
