<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sastra &#8211; albabbarrosa</title>
	<atom:link href="https://alba.kazu.co.id/category/sastra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<description>Sastra, Bahasa, Filsafat, Cerita, Fotografi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Apr 2026 00:38:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2020/01/albabbarrosa-favicon-150x150.png</url>
	<title>Sastra &#8211; albabbarrosa</title>
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perbedaan Puisi dan Prosa : Karakteristik Teks Puisi dan Teks Prosa</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sastra/perbedaan-puisi-dan-prosa/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/sastra/perbedaan-puisi-dan-prosa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 00:38:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Teks Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=4097</guid>

					<description><![CDATA[Perbedaan Puisi dan Prosa &#8211; Yahoo minasan, kembali di albabbarrosa.com, kali ini saya akan menjelaskan mengenai perbedaan antara puisi dan ... <p class="read-more-container"><a title="Perbedaan Puisi dan Prosa : Karakteristik Teks Puisi dan Teks Prosa" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sastra/perbedaan-puisi-dan-prosa/#more-4097" aria-label="More on Perbedaan Puisi dan Prosa : Karakteristik Teks Puisi dan Teks Prosa">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Perbedaan Puisi dan Prosa &#8211;</strong> Yahoo minasan, kembali di <a href="https://alba.kazu.co.id">albabbarrosa</a>.com, kali ini saya akan menjelaskan mengenai perbedaan antara puisi dan prosa. Kedua memang sama sama jenis sastra, namun ada perbedaan karakteristik.</p>



<p>Kamu pasti sudah belajar tentang puisi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Namun masih belum bisa membedakan mana yang teks puisi dan mana teks prosa. Simak penjelasan berikut ini ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Puisi</h2>



<p>Puisi adalah jenis sastra yang bahasanya menggunakan majas-majas (gaya bahasa, kiasan, atau penggambaran). Makna dalam tiap baris kalimatnya bukanlah makna yang sebenarnya, melainkan perlu penafsiran terlebih dahulu.</p>



<p>Kata-kata dalam puisi di[ilih dan ditata dengan cermat untuk membangun keindahan, sehingga mampu membangkitkan kesadaran orang akan suatu penggalan melalui bunyi, irama, dan makna khususnya.</p>



<p>Untuk itulah, dalam menulis sebuah puisi kita perlu memperhatikan <a href="https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-puisi-dan-sajak-chairil-anwar/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">diksi puisi</a> yang digunakan. Dalam memilih diksi harus diperhatikan agar makna puisi tidak melebar kemana-mana.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Berdasarkan Bentuknya Puisi Dibagi  Dua</h4>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Puisi Lama.</strong> </li></ol>



<p>Puisi lama memiliki karakteristik seperti bersifat anonim (tidak diketahui nama pengarangnya), terikat jumlah bait, jumlah baris, suku kata maupun rima. Disampaikan dari mulut ke mulut dalam masyarakat. Contoh puisi lama adalah; Pantun dan Syair.</p>



<p><strong>Contoh Puisi Lama, Syair :</strong></p>



<pre class="wp-block-verse">Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang Raja nan bijaksana (a)</pre>



<p><strong>Ciri-Ciri Syair :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Semua baris adalah isi yang ingin disampaikan</li><li>Memiliki rima yang sama pada keempat barisnya</li><li>Berisi cerita atau pesan</li></ul>



<p><strong>Contoh Puisi Lama, Pantun</strong></p>



<pre class="wp-block-verse">Kalau ada jarum patah (ah)
Jangan dimasukkan ke dalam peti (ti)
Kalau ada kataku yang salah (ah)
Jangan dimasukkan ke dalam hati (ti)</pre>



<p><strong>Ciri-Ciri Pantun :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Baris kesatu dan kedua adalah sampiran</li><li>Dan baris ketiga dan keempat adalah isi</li><li>Mempunyai rima a-b-a-b</li><li></li></ul>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li><strong>Puisi Baru</strong></li></ol>



<p>Apa itu Puisi baru? Puisi baru adalah jenis puisi yang bebas dan tidak terikat oleh aturan tertentu, Seperti jumlah kata, suku kata, baris, ritme, atau jumlah bait dalam penulisannya. Puisi baru disebut juga sebagai puisi modern.</p>



<p><strong>Contoh  </strong>Teks <strong>Puisi Baru / Puisi Modern</strong></p>



<pre class="wp-block-verse">AYAHKU

Betapa besar jasamu
Tidak kenal lelah bekerja
Membanting tulang demi keluarga
Demi anak-anak dan istrimu

          Terimakasih ayahku
          Engkau selalu membimbingku
          Semoga Tuhan selalu melindungimu
          Menghantarkan langkahku
          Menuju masa depan yang gemilang</pre>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Prosa</h2>



<p>Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita dan tidak mengandung rima. Prosa cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang tidak terlalu banyak menggunakan majas seperti dalam puisi.</p>



<p>Jenis tulisan prosa juga digunakan untuk memaparkan suatu fakta atau ide. Oleh karena itu, prosa dapat digunakan dalam surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Berdasarkan Eranya Prosa Dibagi Menjadi Dua</h4>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Prosa Lama</strong></li></ol>



<p>Prosa lama adalah prosa dalam bahasa Indonesia yang belum terpengaruhi oleh budaya barat maupun timur. Dalam prosa lama ceritanya mempunyai karakteristik berisikan cerita Istana sentris, sifatnya menghibur masyarakat, tidak menggunakan struktur kalimat, dan bersifat kedaerahan. Contoh prosa lama : Hikayat, Sejarah, Kisah, dan Dongeng.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Prosa Baru</strong></li></ol>



<p>Prosa baru merupakan prosa yang ditulis bebas tanpa aturan yang mebelenggunya. Bentuk-bentuk prosa baru meliputi roman, novel, cerpen, riwayat, kritik, esai, dan resensi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengubah Puisi Menjadi Prosa</h2>



<p>Mengubah puisi menjadi prosa disebut juga dengan istilah parafrase puisi. Dimana kamu mengungkap kembali isi suatu puisi dalam bentuk lain, tetapi tidak mengubah makna puisi. </p>



<p>Langkah-langkah memparafrasekan puisi adalah sebagai berikut :</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Membaca puis tersebut secara cermat.</li><li>Memperhatikan kata-kata yang sulit dalam puisi tersebut.</li><li>Mengungkapkan isi puisi tersebut berdasarkan kata-kata sulit itu.</li></ol>



<p><strong>Contoh Parafrase Puisi :</strong></p>



<pre class="wp-block-verse"><strong>Tuhan Telah Menegurmu</strong>
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
     Lewat anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
     Lewat semayup suara adzan
.....
Oleh Apip Mustopa</pre>



<p>Setelah diparafrase menjadi :</p>



<pre class="wp-block-verse"><strong>Tuhan Telah Menegurmu</strong>
(Tahukah) Tuhan (kini) telah menegurmu (hai manusia) dengan cukup sopan
Lewat (perut) anak-anak (jalanan) yang kelaparan
(Dengarkan) Tuhan telah menegurmu (lagi) dengan cukup sopan
Lewat semayup (kumandang) suara adzan</pre>



<p>Dengan penjelasan yang singkat dan padat diatas, saya harap kamu semua sudah bisa mengetahui perbedaan puisi dan prosa. Dan juga mengetahui karakteristik teks puisi dan teks prosa.</p>



<p>Sampai bertemu di artikel sastra lainnya, tentunya di albabbarrosa.com</p>



<p>Sumber : <strong><a href="https://www.youtube.com/watch?v=4emGkWu9rFM" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Youtube</a></strong></p>



<p>Image From : Image by Thought Catalog from Pixabay</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Video pembelajaran | Membandingkan Karakteristik Teks Puisi dan Teks Prosa | Bahasa Indonesia Kelas6" width="840" height="473" src="https://www.youtube.com/embed/4emGkWu9rFM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/sastra/perbedaan-puisi-dan-prosa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Memilih Diksi Agar Puisi Lebih Indah dan Mendalam</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sastra/cara-memilih-diksi-puisi/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/sastra/cara-memilih-diksi-puisi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 12:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Diksi Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=3671</guid>

					<description><![CDATA[albabbarrosa.com &#8211; Dalam mebuat puisi ada aspek yang harus kita perhatikan, yaitu ; Makna Puisi, Kedalaman Makna, Bagaimana agar puisi ... <p class="read-more-container"><a title="Cara Memilih Diksi Agar Puisi Lebih Indah dan Mendalam" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sastra/cara-memilih-diksi-puisi/#more-3671" aria-label="More on Cara Memilih Diksi Agar Puisi Lebih Indah dan Mendalam">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>albabbarrosa.com &#8211; </strong>Dalam mebuat puisi ada aspek yang harus kita perhatikan, yaitu ; Makna Puisi, Kedalaman Makna, Bagaimana agar puisi bisa menarik, Emosi yang tertuang dalam puisi, dan yang juga penting adalah <strong>cara memilih diksi</strong> yang tepat sehingga maksud dari puisi dapat tersirat dengan sangat mendalam.</p>



<p>Apa itu diksi? Dalam <strong><a aria-label="undefined (buka pada tab baru)" href="https://kbbi.web.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">KBBi</a></strong> dijelaskn bahwa Diksi merupakan pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Memilih Diksi Untuk Puisi</h2>



<p><strong>Cara <a href="https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">memilih diksi</a></strong> dalam menulis puisi harus benar benar diperhatikan jika puisi kamu ingin terdengar lebih indah, berseni, dan mendalam. Dengan begitu pendengar dan pembaca puisi akan benar-benar merasakan emosi dan keindahan sastra dalam karya puisi milimu.</p>



<p>Pemilihan diksi harus disesuaikan dengan jenis puisi yang kamu buat. Jika kamu ingin membuat puisi yang bergelora, memberikan semangat maka pilihlah diksi yang pengucapannya kuat, keras. Jika kamu membuat puisi yang sendu sedih, maka pilihlah diksi yang mewakili perasaan sendu tersebut.</p>



<p>Berikut Cara Memilih Diksi Agar Puisi Kamu Terdengar Lebih Indah dan Berseni.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pilihlah Diksi Yang Umum</h2>



<p>Jika target pembaca puisi kamu adalah masyarakt umum, orang awam, atau untuk yang baru belajar tentang sastra maka <strong>pilihlah diksi yang lebih umum digunakan.</strong> Hal tersebut supaya pembaca bisa mengerti apa makna dari setiap kata secara tersurat.</p>



<p>Contoh ; Kata <strong>Anindhita</strong>, Tidak banyak orang yang mengetahui makna kata tersebut. Anindhita berarti &#8220;sempurna&#8221;. Jadi lebih baik gunakan kata sempurna.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gunakan Diksi yang Lebih Ringkas</h2>



<p>Pemilihan diksi bukan hanya untuk meberikan kesan indah dalam puisi, tetapi juga meringkas sebuah kata, suasana, keadaan dengan istilah yang lebih berseni.</p>



<p><strong>Contoh</strong> : kamu ingin memberikan gambaran suasana tentang waktu berahirnya senja, langit sore yang berwarna merah jingga, Warna Merah Jingga. Maka kamu bisa menggunakan kata &#8220;<strong>Lembayung</strong>&#8220;.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Lembayung temanku</p><p>Nada yang mendayu sayupkan mataku</p><p>Manjakan penatku</p><cite>Fourtwnty &#8211; Diam Diam Ku Bawa 1</cite></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Sesuaikan Diksi Dengan Akhir Bait</h2>



<p>Beberapa dari kita dalam mebuat puisi tentu senang dengan menyamakan setiap akhir bait dari puisi. Entah sama dalam huruf akhir kata, Pengucapan huruf diakhir kata, Kesamaan tekanan kata di akhir bait puisi dll.</p>



<p>Untuk itu diksi yang kamu pilih harus paling tidak memiliki kesamaan pada akhir baitnya. Dengan begitu puisi terdengar lebih indah dan mudah dihafal, atau mudah tergiang giang di pikiran pendengar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jangan Terlalu Banyak Menggunakan Diksi yang Jarang Diketahui</h2>



<p>Terkadang dalam menulis puisi kita terlalu nafsu dengan keindahan kata yang kita hadirkan. Sampai kita mengesampingkan sampainya maksud puisi kepada pendengar. </p>



<p>Contoh saja, kamu ingin menggunakan diksi diksi layaknya sastrawan era 90-an disetiap bait puisi kita. Bukannya kelihatan indah, malah penonton merasa kebingungan dan merasa puisi kita terlalu lebay dalam pemilihan kata.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>dalam lorong jejal hatiku tercabar nestapa / dalam lorong penuh sesak hatiku tertantang kesedihan yang mendalam</p><cite>Puisi asal buat</cite></blockquote>



<p>Nah itulah sedikit tips dari saya tentang cara memilih diksi dalam menulis puisi. Dengan pemilihan diksi yang tepat, puisi kita terdengar lebih indah dan berseni.</p>



<p>Oh iya, jiak kamu suka bermain gitar. Kamu bisa mengakses Chird Gitar di <strong><a href="https://chordindi.com/daftar-chord" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">Chordindi</a>.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/sastra/cara-memilih-diksi-puisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar 1942-1949</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-puisi-dan-sajak-chairil-anwar/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-puisi-dan-sajak-chairil-anwar/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 18:37:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=462</guid>

					<description><![CDATA[albabbarrosa.com &#8211; Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar. Halo pecinta Sastra Indonesia, baik pecinta Puisi, Syair dan Sajak dimanapun kalian ... <p class="read-more-container"><a title="Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar 1942-1949" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-puisi-dan-sajak-chairil-anwar/#more-462" aria-label="More on Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar 1942-1949">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>albabbarrosa.com &#8211; Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar. </strong>Halo pecinta Sastra Indonesia, baik pecinta Puisi, Syair dan Sajak dimanapun kalian berada. Sudah hampir satu bulan saya tidak update artikel nih hehehe.</p>



<p>Dan kali ini saya akan mengumpulkan sebuah karya sastra, kumpulan puisi dan sajak dari penyair terkenal era 90-an. Dia adalah penyair yang dijuluki &#8220;Binatang Jalang&#8221;. Siapa lagi kalau bukan Chairil Anwar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sekilas Biografi Chairil Anwar</h2>



<p>Chairil Anwar merupakan salah satu penyair terkenal dari Indonesia. Sastrawan yang dijuluki &#8220;Binatang Jalang&#8221; Ini lahir  di&nbsp;Medan,&nbsp;26 Juli&nbsp;1922&nbsp;–&nbsp;meninggal di&nbsp;Jakarta,&nbsp;28 April&nbsp;1949&nbsp;pada umur 26 tahun.</p>



<p>Chairil Anwar dijuluki &#8220;binatang Jalang&#8221; karena salah satu puisinya menggemparkan jagat sastra di indonesia, yaitu puisi yang berjudul &#8220;Aku&#8221;.  &#8221; Aku ini binatang jalang<br>Dari kumpulannya terbuang &#8221; begitulah cuplikan dari puisi Chairil Anwar yang berjudul Aku.</p>



<p>Chairil Anwar merupakan putra satu satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha. Ayah Chairil Anwar pernah menjabat sebagai bupati Indragiri Riau. </p>



<p>&#8220;Singa selalu terlahir dari singa&#8221; Chairil Anwar bukanlah orang biasa, karena dia masih punya ikatan darah dengan Soetan Sjahrir, Perdana Mentri pertama Indonesia.  </p>



<p>Sebagai anak tunggal, orang tuanya selalu memanjakannya, namun Chairil cenderung bersikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apapun; sedikit cerminan dari kepribadian orang tuanya. </p>



<p>Pendidikan pertama Chairil Anwar di dapat dari <strong><em>Hollandsch-Inlandsche School</em>&nbsp;(HIS)</strong>,&nbsp;sekolah dasar&nbsp;untuk orang-orang pribumi pada masa&nbsp;penjajahan Belanda. Kemudian melanjutkan pendidikannya di&nbsp;<strong><em>Meer Uitgebreid Lager Onderwijs</em>&nbsp;(MULO)</strong>. </p>



<p>Setelah perceraian orang tuanya, ketika Chairil Anwar menginjak usia 19 tahun.Dia dan ibunya memutuskan pindah ke Batavia (saat ini Jakarta). Dari kota inilah Chairil berkenalan dengan dunia Sastra dan memutuskan untuk menjadi seorang Seniman.</p>



<p>Biografi lebih lanjut bisa baca di <strong><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar">Biografi Chairil Anwar</a></strong></p>



<p>Bagi kalian yang ingin membuat puisi  karena terinspirasi Chairil Anwar. Saya punya rekomendasi Diksi Indah untuk karya puisimu. Link ==&gt; <strong><a href="https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">Diksi Indah Untuk Puisi</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar</h2>



<p>Berikut ini beberapa <strong><a href="https://alba.kazu.co.id" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">Puisi Chairil Anwar</a></strong></p>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Aku</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Kalau sampai waktuku<br>Aku mau tak seorang kan merayu<br>Tidak juga kau<br>Tak perlu sedan itu</p>



<p>Aku ini binatang jalang<br>Dari kumpulannya terbuang</p>



<p>Biar peluru menembus kulitku<br>Aku tetap meradang menerjang</p>



<p>Luka dan bisa kubawa berlari<br>Berlari<br>Hingga hilang pedih peri</p>



<p>Dan aku akan lebih tidak peduli<br>Aku mau hidup seribu tahun lagi</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Aku Berkaca</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Ini muka penuh luka<br>Siapa punya?</p>



<p>Ku dengar seru menderu<br>Dalam hatiku<br>Apa hanya angin lalu?</p>



<p>Lagi lain pula<br>Menggelepar tengah malam buta</p>



<p>Ah..!!!</p>



<p>Segala menebal, segala mengental<br>Segala tak ku kenal..!!!<br>Selamat tinggal…!!</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Diponegoro</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p> Di masa pembangunan ini<br>Tuan hidup kembali<br>Dan bara kagum menjadi api </p>



<p> Di depan sekali tuan menanti<br>Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali<br>Pedang di kanan, keris di kiri<br>Berselempang semangat yang tak bisa mati </p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading"> Puisi Chairil Anwar Doa</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p> Kepada pemeluk teguh </p>



<p>Tuhanku<br>Dalam termangu<br>Aku masih menyebut namamu</p>



<p>Biar susah sungguh<br>Mengingat Kau penuh seluruh</p>



<p> Cahaya Mu panas suci<br>Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi </p>



<p>Tuhanku<br>Aku hilang bentuk remuk</p>



<p>Tuhanku<br>Aku mengembara di negeri asing</p>



<p>Tuhanku<br>Di pintu Mu aku bisa mengetuk<br>Aku tidak bisa berpaling</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Krawang-Bekasi</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi<br>Tidak bisa teriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata lagi<br>Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami<br>Terbayang kami maju dan mendegap hati?</p>



<p>Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi<br>Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak<br>Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.<br>Kenang, kenanglah kami.</p>



<p>Kami sudah coba apa yang kami bisa<br>tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan ati 4-5 ribu nyawa</p>



<p>Kami cuma tulang-tulang berserakan<br>Tapi adalah kepunyaanmu<br>Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan</p>



<p>Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan,<br>atau tidak untuk apa-apa<br>Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata<br>Kaulah sekarang yang berkata.</p>



<p>Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi<br>Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak</p>



<p>Kenang, kenang lah kami<br>Teruskan, teruskan jiwa kami<br>Menjaga Bung Karno<br>Menjaga Bung Hatta<br>Menjaga Bung Sjahrir</p>



<p>Kami sekarang mayat<br>Berikan kami arti<br>Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian</p>



<p>Kenang, kenang lah kami<br>yang tinggal tulang-tulang diliputi debu<br>Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Maju</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p> Bagimu negeri<br>Menyediakan api </p>



<p>Punah di atas menghamba<br>Binasa di atas ditindas<br>Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai<br>Jika hidup harus merasai</p>



<p>Maju<br>Serbu<br>Serang<br>Terjang</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Yang Terampas dan Yang Putus</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Kelam dan angin lalu mempesiang diriku<br>Menggigir juga ruang di mana dia yang ku ingin<br>Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu</p>



<p>Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin</p>



<p>Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang<br>Dan aku bis lagi lepaskan kisah baru padamu<br>Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang</p>



<p>Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlaku beku</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Hampa</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p> Sepi di luar. Sepi menekan mendesak<br>Lurus kaku pohonan. Tak bergerak<br>Sampai ke puncak. Sepi memagut<br>Tak satu kuasa melepas renggut<br>Segala menanti. Menanti. Menanti </p>



<p> Sepi<br>Tambah ini menanti jadi mencekik<br>Memberat mencekung punda<br>Sampai binasa segala. Belum apa-apa<br>Udara bertuba. Setan bertampik<br>Ini sepi terus ada. Dan menanti </p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Senja di Pelabuhan Kecil</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Ini kali tidak ada yang mencari cinta<br>Di antara gudang, rumah tua, pada cerita<br>Tiang serta temali.<br>Kapal, perahu tiada berlaut<br>Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut</p>



<p>Gerimis mempercepat kelam<br>Ada juga kelepak elang menyinggung muram<br>Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan<br>Tidak bergerak dan kini tanah air tidur hilang ombak</p>



<p>Tiada lagi. Aku sendirian.<br>Berjalan menyisir semenanjung<br>Masih pengap harap<br>Sekali tiba di ujung<br>Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat<br>Sedu penghabisan bisa terdekap</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Kepada Kawan</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Sebelum ajal mendekat dan menghianat<br>Mencengkam dari belakang ketika kita tidak melihat<br>Selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa</p>



<p>Belum bertugas kecewa dan gentar belum ada<br>Tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam<br>Layar merah berkibar hilang dalam kelam<br>Kawan, mari kita putuskan kini di sini<br>Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri</p>



<p>Jadi<br>Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan<br>Tembus jelajah dunia ini dan balikkan<br>Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu<br>Pilih kuda yang paling liar, pacu laju<br>Jangan tembatkan pada siang dan malam</p>



<p>Dan<br>Hancurkan lagi apa yang kau perbuat<br>Hilang sonder pusaka, sonder kerabat<br>Tidak minta ampun atas segala dosa<br>Tidak memberi pamit siapa saja</p>



<p>Jadi<br>Mari kita putuskan sekali lagi<br>Ajal yang menarik kita, kan merasa angkasa sepi<br>Sekali lagi kawan, sebaris lagi<br>Tikamkan pedangmu hingga ke hulu<br>Pada siapa yang mengairi kemurnian madu..!!</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Cerita Buat Dien Tamaela</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Beta Pattirajawane<br>Yang dijaga datu-datu<br>Cuma satu</p>



<p>Beta Pattirajawane<br>Kikisan laut<br>Berdarah laut</p>



<p>Beta Pattirajawane<br>Ketika lahir dibawakan<br>Datu dayung sampan</p>



<p>Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala<br>Beta api di pantai. Siapa mendekat<br>Tiga kali menyebut beta punya nama</p>



<p>Dalam sunyi malam ganggang menari<br>Menurut beta punya tifa, pohon pala,<br>Badan perawan jadi hidup sampai pagi tiba</p>



<p>Mari menari!<br>Mari beria!<br>Mari berlupa!</p>



<p>Awas jangan bikin beta marah<br>Beta bikin pala mati, gadis kaku<br>Beta kirim datu-datu</p>



<p>Beta ada di malam, ada di siang<br>Irama ganggang dan api membakar pulau</p>



<p>Beta Pattirajawane<br>Yang dijaga datu-datu<br>Cuma satu</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Persetujuan Dengan Bung Karno</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Ayo! Bung Karno kasih tangan, mari kita bikin janji<br>Aku sudah cukup lama dengan bicara mu<br>Dipanggang di atas api mu<br>Digarami lautmu dari mulai tanggal 17 Agusutus 1945</p>



<p>Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu<br>Aku sekarang api, Aku sekarang laut<br>Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat<br>Di zat mu, di zat ku kapal-kapakl kita berlayar<br>Di urat mu, di urat ku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Sebuah Kamar</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Sebuah jendela menyerahkan kamar ini pada dunia<br>Bulan yang menyinar ke dalam mau lebih banyak tahu<br>Sudah lima anak bernyawa di sini, Aku salah satu</p>



<p>Ibuku tertidur dalam tersedu<br>Keramaian penjara sepi selalu<br>Bapak ku sendiri terbaring jemu<br>Matanya menatap orang tersalib di batu</p>



<p>Sekeliling dunia bunuh diri<br>Aku minta adik lagi pada Ibu dan Bapak ku<br>Karena mereka berada di luar hitungan<br>Kamar begini 3 x 4 terlalu sempit buat meniup nyawa</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Rumahku</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p> Rumah ku dari unggun timbun sajak<br>Kaca jernih dari luar segala nampak<br>Ku lari dari gedong lebar halaman </p>



<p>Aku tersesat tak dapat jalan<br>Kemah ku dirikan ketika senja kala<br>Di pagi terbang entah ke mana<br>Rumah ku dari unggun timbun sajak</p>



<p>Di sini aku berbini dan beranak<br>Rasanya lama lagi<br>Tapi datangnya datang<br>Aku tidak lagi meraih petang<br>Biar berleleran kata manis madu<br>Jika menagih yang satu</p>
</div></div>



<h4 class="wp-block-heading">Puisi Chairil Anwar Sajak Putih</h4>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<p>Bersandar pada tari warna pelangi<br>Kau depanku bertudung sutra senja<br>Di hitam matamu kembang mawar dan melati<br>Harum rambutmu mengalun bergelut senda<br>Sepi menyanyi</p>



<p>Malam dalam mendoa tiba<br>Meriak muka air kolam jiwa<br>Dan dalam dadaku memerdu jiwa<br>Dan dalam dadaku memerdu lagu<br>Menarik menari seluruh aku</p>



<p>Hidup dari hidupku, pintu terbuka<br>Selama matamu bagiku menengadah<br>Selama kau darah mengalir dari luka<br>Antara kita mati datang tidak membelah</p>
</div></div>



<p>Mungkin ini dulu puisi dari Chairil Anwar yang bisa saya Kumpulkan. Bagaimana? setelah membaca kumpulan Puisi Chairil Anwar apakah jiwa sastramu menjadi STONK???</p>



<p>Pantau terus web saya, untuk update artikel dan informasi lainnya. Terimakasih sudah berkenan membaca.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-puisi-dan-sajak-chairil-anwar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi Cinta Untuk Ibu Ayah dan Kekasih</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sastra/puisi-cinta-ayah-dan-ibu/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/sastra/puisi-cinta-ayah-dan-ibu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 18:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=338</guid>

					<description><![CDATA[Image by NikolayFrolochkin from Pixabay Puisi cinta sekarang mulai eksis lagi, bukan untuk ajang skill literasi, melanin untuk keperluan update ... <p class="read-more-container"><a title="Puisi Cinta Untuk Ibu Ayah dan Kekasih" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sastra/puisi-cinta-ayah-dan-ibu/#more-338" aria-label="More on Puisi Cinta Untuk Ibu Ayah dan Kekasih">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center">Image by <a href="https://pixabay.com/users/NikolayFrolochkin-2231981/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=1361074">NikolayFrolochkin</a> from <a href="https://pixabay.com/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=1361074">Pixabay</a></p>



<p>Puisi cinta sekarang mulai eksis lagi, bukan untuk ajang skill literasi, melanin untuk keperluan update status facebook, history Whatsapp, dan Instastory. Tak mengapa yang penting sudah ada rasa cinta terhadap sastra dan literasi.</p>



<p>Puisi cinta bukan hanya untuk kekasih aja, sajak cinta juga cocok untuk ibu dan ayah, karena mereka juga bagian dari cinta kita dan mungkin cinta terbesar kita. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa itu Sajak?</h2>



<p>Dikutip dari <a href="https://kbbi.web.id/sajak">kbbi daring</a>, Sajak merupakan gubahan sastra yang berbentuk puisi. Sajak juga berarti bentuk karya sastra yang disajikan dalam bentuk baris-baris yang teratur dan terikat. Pengertian lain dari sajak adalah sebuah karya sastra yang memfokuskan keindahannya pada bunyi bahasa, baik kesamaan bunyi, kontras dari sebuah bunyi.</p>



<p>Sajak sudah menjadi bagian dari karya sastra sejak dulu, dan harus kita pertahankan sebagai warisan budaya leluhur. Mungkin diantara kalian sudah diperkenalkan sajak sejak kecil. Saya sendiri mendapat pelajaran sastra bahasa indonesia sejak duduk di bangku SD.</p>



<p>Bukan hanya keindahan bunyi di setiap akhir bait, pemilihan diksi juga diperhatikan. Kita harus bisa memilih dan memilah <a href="https://alba.kazu.co.id/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/">diksi indah</a> yang akan digunakan dalam sajak tersebut. Pemilihan diksi yang tepat akan meningkatkan kualitas dari sajak, dan membuat pembaca terlarut dalam sajak buatanmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Puisi Cinta Untuk Ibu</h2>



<p class="has-text-align-center"> Mama, bukan maksudku membuatmu menangis. Bila esok aku tak kembali lagi. Mama, aku tak ingin mati. Kadang aku berfikir berharap tidak pernah dilahirkan sama sekali.  &#8211; Queens, Bohemian Rapshody </p>



<p class="has-text-align-center">Bunda&#8230;. Engkaulah muara kasih dan sayang. Apapun pasti kau lakukan. Demi anakmu tersayang. Bunda&#8230; Tak pernah kau berharap budi balasan, atas apa yang kau lakukan. &#8211; Erie Suzan, Muara Kasih Bunda</p>



<p class="has-text-align-center">Tangannya memegangiku dengan kuat saat aku bernafas kali pertama. Tangannya dengan lembut mengajariku melangkahkan kaki kali pertama. Tangannya mendekapku dengan hangat saat air mata menetes kali pertama. &#8211; Maggie Pittman</p>



<p class="has-text-align-center">You showed me<br>When I was young just how to grow<br>You showed me<br>Everything that I should know<br>You showed me<br>Just how to walk without your hands<br>&#8216;Cause mom you always were<br>The perfect fan &#8211; The Backstreet&#8217;s Boys, The Perfect Fans</p>



<p class="has-text-align-center">Bunda&#8230; Tangisku kau ubah canda tawa. Sedihku kau ubah riang gembira. Marahku kau ubah kasih cinta. Takutku kau ubah senyum menyapa. Bunda&#8230; Kau begitu tulus mencintai. Kau begitu tulus merawatku. Kau begitu menginspirasi. Kau begitu memotivasi. Bunda&#8230;. you are the reflection of wow. &#8211; Zakia S. Jamal</p>



<p class="has-text-align-center">Bund… Ingat ga dulu bunda selalu membelai rambutku sebelum tidur<br> Bund… Ingat ga dulu aku selalu menantimu di halaman rumah ketika bunda pulang kerja<br> Bund… Dulu aku tak tahu kalau gajimu hanya cukup untuk kebutuhan sehari<br> Tapi bunda selalu membelikanku jajan ketika pulang kerja<br> Bund… Dulu aku tak tahu bunda selalu berbohong agar aku tersenyum<br> Dulu aku tak tahu apa-apa sosok dibalik bunda<br> Bund… Sekarang aku udah ngerti kok bund<br> Bahwa aku hanya bisa menangisi ketidakmampuanku bahagiakan bunda</p>



<h2 class="wp-block-heading">Puisi Cinta Untuk Ayah</h2>



<p class="has-text-align-center">Pa, Papa tahu ga, ada cowok yang dengan tulus mencintaiku. Ada cowok yang dengan berani menjagaku. Ada cowo yang sangat takut menyakitiku. Papa ga tau kan. Itu Papa loh&#8230;</p>



<p class="has-text-align-center">Andai aku mampu ku tuliskan dalam sebuah kisah<br> Bisa jadi itu adalah kisah paling hebat untuk diceritakan<br> Akan kutulis dogeng indah tentang ayahku<br> Ayahku bukankah Pahlawan yang mayshur di seluruh penjuru dunia<br> Tapi dialah segalanya bagiku, Untukku seorang gadis kecil<br> Dia ajarkanku banyak pengetahuan<br> Jika aku salah, Dia menuntunku mencari yang benar<br> Dia menuntunku untuk menjadi gadis yang kuat<br> Dia mengajariku bagaimana menghadapi ketakutan<br> Dia ajarkanku yang sudah biarlah berlalu<br> Lihatlah keatas, katanya<br> Setinggi itulah kau harus bangga dengan dirimu<br> Karenanya, aku menjadi gadis kecil yang berarti &#8211; Vicky Frye<br> </p>



<p class="has-text-align-center">Your love was forever strong,<br> Your cuddles forever tight.<br> Every day since I was born,<br> Your love was always in sight.</p>



<p class="has-text-align-center">I will always be your Baby Girl,<br> And you will always be my Dad.<br> I know I will always be the luckiest<br> To have the best Dad any girl could have had &#8211; Ranja Kujala</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sajak Cinta Untuk kekasih</h2>



<p class="has-text-align-center">stars&#8230; are falling down<br>Without even thinking on how far they would fall<br>sun will always shine<br>without even thinking on how much time<br>has already passed and wasted</p>



<p class="has-text-align-center">staring at you with a pair of tired eyes<br>while holding the pain<br>that never last within</p>



<p class="has-text-align-center">don&#8217;t talk about the past<br>it&#8217;s just a beautiful yesterday<br>it supposed to be left alone</p>



<p class="has-text-align-center">all those things you have given me<br>they are just like a bitrhday cake<br>in which when the candles are off<br>there is nothing special left from it anymore</p>



<p class="has-text-align-center">i dont feel regret about our last time<br>it just a beginning to the next step<br>to the next level, and to the next life</p>



<p class="has-text-align-center">hopefully you are okay<br>i am okay<br>and we might as well just pretend that everything is okay<br>may be being lost is better way to move</p>



<p class="has-text-align-center">As life should be run through forward the next door<br>i have to look, for my front step<br>so i don&#8217;t have to look back twice<br>because the past already burst<br>into the fire &#8211; Stereowall, Never Ending Drama</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/sastra/puisi-cinta-ayah-dan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 18:40:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Diksi Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Diksi Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/kumpulan-diksi-indah-yang-jarang-digunakan/</guid>

					<description><![CDATA[Dalam setiap karya seni puisi, cerpen, novel, pantun pemilihan kata sangatlah diperhatikan. Karna keindahan bukan hanya dibangun dari nilai atau ... <p class="read-more-container"><a title="Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/#more-71" aria-label="More on Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p> Dalam setiap karya seni puisi, cerpen, novel, pantun <strong>pemilihan kata</strong> sangatlah diperhatikan. Karna keindahan bukan hanya dibangun dari nilai atau makna karya tersebut, tetapi juga pemilihan sebuah kata. </p>



<p> Pemilihan kata kurang familiar mungkin, orang lebih mengenal istilah <strong>diksi</strong> daripada pemilihan kata atau mungkin malah terbalik. &nbsp;<strong><a href="https://alba.kazu.co.id/">Apa sih itu diksi</a>?</strong>. &nbsp;Dalam KBBI dijelaskan bahwa <strong>diksi adalah</strong>pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu. </p>



<p><strong>Definisi diksi</strong> diatas mungkin terlalu umum, karena dalam dunia sastra diksi lebih mengarah kepada pemilihan kata yang bukan hanya selaras tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam, memiliki keindahan tersendiri ketika dibaca. Maka dari itu, dikenal istilah <strong>diksi indah</strong> dalam dunia sastra. &nbsp; </p>



<p><strong>Penggunaan diksi yang indah</strong> akan membuat pembaca karya tersebut larut dalam keindahan dan kedalaman makna. Untuk itu seorang sastrawan harus pandai dalam <strong>menggunakan diksi</strong> dan memilih diksi apa yang cocok. <strong>Penggunaan diksi yang berbeda</strong> secara konsisten bisa menjadi ciri khas seorang sastrawan. </p>



<p> Berikut <strong>kumpulan</strong> beberapa <strong>diksi indah</strong> yang jarang digunakan. Jarang digunakan bisa jadi karena sedikitnya orang yang nengetahui eksistensi diksi tersebut. Atau bisa juga karena diksi tersebut lazim tidak digunakan dalam karya sastra. </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI A</h2>



<p><strong>Ajal =</strong> Kematian, Keluarnya nyawa dari tubuh</p>



<p><strong>Anindhita </strong>= sempurna</p>



<p><strong>Anala </strong>= Api</p>



<p><strong>Ancala </strong>= Gunung</p>



<p><strong>Ambu </strong>= Aroma</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI B</h2>



<p><strong>Bagaskara</strong> = panas matahari, bisa juga diartikan sebagai yang memberi cahaya penerang</p>



<p><strong>Baskara</strong> = Matahari</p>



<p><strong>Bara =</strong> , Cikal bakal api, Sesuatu yang baru terbakar namun belum menghasilkan api, warna merah pada arang yang akan menjadi api, (dalam bahasa jawa disebut; Mowo,</p>



<p><strong>Belenggu </strong>= alat untuk mengikat, terbelenggu = terikat</p>



<p><strong>Badui</strong> = pengembara, nomad</p>



<p><strong>Bui</strong> = penjara, kurungan</p>



<p><strong>Basirah</strong> = hati, penglihatan hati, qalbu</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI C</h2>



<p><strong>Cakrawala </strong>= lengkungan langit, atau cekungan langit, Kubah Langit</p>



<p><strong>Caci </strong>= cela, cerca</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI D</h2>



<p><strong>Daku</strong> (pronoun) = I -&gt; this usage usually on song or poet</p>



<p><strong>Deru =</strong> Tiruan bunyi angin ribut (suara mesin pabrik, knalpot racing dll)</p>



<p><strong>Derap </strong>= bunyi kaki orang berjalan cepat, derap langkah</p>



<p><strong>Dera </strong>= pukulan dengan rotan, cemeti, dan sebagainya</p>



<p><strong>Dekap </strong>= peuk, memeluk </p>



<p><strong>Derai </strong>= butir butir, suara rintikan air hujan pada kaca dan sebagainya </p>



<p><strong>Disengaja</strong> (adverb) = on purpose</p>



<p><strong>Dipapah</strong> = disangga, diampu, dibantu</p>



<p><strong>Ditampah</strong> = disaring, diayak, difilter</p>



<p><strong>Dipepah</strong> = dipukul, dipentung, dipupuk</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI G</h2>



<p><strong>Gapah</strong> = cakap, lincah, trengginas, pantas</p>



<p><strong>Gentar =</strong> Rasa takut sampai gemetar, </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI H</h2>



<p><strong>Halom</strong> = Hitam</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI I</h2>



<p><strong>Insan </strong>= manusia</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI J</h2>



<p><strong>Jalang =</strong> Liar dan nakal, Tidak dipelihara orang</p>



<p><strong>Jasad</strong> (noun) = body – also badan</p>



<p><strong>Jejal </strong>= penuh sesak, jejali = penuh sesakilah</p>



<p><strong>Jelampah</strong> =bergelimpang, bergolek, terkapar</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI K</h2>



<p><strong>Kala</strong> (adverb of time )= When -&gt; the daily usage for this word is Ketika or Saat , kala is used mostly on song or poet</p>



<p><strong>Kelabu </strong>= abu-abu, antara hitam dan putih</p>



<p><strong>Kaprah</strong> = biasa, lumrah, kebanyakan</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI L</h2>



<p><strong>Lembayung </strong>= waktu-waktu berakhirnya senja, merah jingga</p>



<p><strong>Lara </strong>= sedih, susah hati</p>



<p><strong>Lelap </strong>= tidak sadarkan diri, nyenyak</p>



<p><strong>Lunglai </strong>= lemah sekali </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI M</h2>



<p><strong>Memancar</strong> ( verb) (Malaysian) = for Indonesian is bersinar. See the examples below:</p>



<p><strong>Matarahari bersinar</strong> = <em>the sun shines.</em><br>Matarahi memancarkan sinarnya = The sun sprays its ray</p>



<p><strong>Masygul</strong> = bersusah hati karena sesuatu, sedih, murung</p>



<p><strong>Mencabar </strong>= menantang</p>



<p><strong>Mengerang </strong>= berteriak kesakitan, rintihan keras </p>



<p><strong>Muak </strong>= sudah jemu karena terlalu sering</p>



<p><strong>Merapah</strong> = merantau, menjelajah, mengembara, melanglang buana</p>



<p><strong>Meradang =</strong> Geram, Jengkel sekali, Marah sekali, </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI N</h2>



<p><strong>Nirmala </strong>= tanpa cacat atau cela, bersih, suci. Menggambarkan seorang gadis yang baik dan suka menolong</p>



<p><strong>Nestapa </strong>= sedih sekali, susah hati</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI P</h2>



<p><strong>Pasrah</strong> (verb) = entrust, devote</p>



<p><strong>Pitarah</strong> = leluhur, pendahulu, sesepuh</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI R</h2>



<p><strong>Romansa</strong> = kisah tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan</p>



<p><strong>Rapal </strong>= mengucap, membaca</p>



<p><strong>Repui</strong> = lemah, rapu, lapuk</p>



<p><strong>Relikui</strong> = benda keramat, aji-aji, jimat </p>



<p><strong>Rahsa</strong> = Rahasia</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI S</h2>



<p><strong>Selaksa </strong>= teramat banyak, tidak terhingga. Contoh : selaksa doa penjuru dunia</p>



<p><strong>Sedu =</strong> Suara tangisan yang terpotong-potong, Isak tangis</p>



<p><strong>Suria</strong> (noun) = Malaysian word for Surya (Sun)</p>



<p><strong>Surya bara neraka</strong> = cahaya dari sesuatu yang terbakar dan masih terlihat apinya di neraka</p>



<p><strong>Sadrah</strong> =berserah, pasrah, bertawakkal</p>



<p><strong>Serapah</strong> = nista, sumpah, umpat, hardik</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI T</h2>



<p><strong>Tiada</strong> (auxilary) (Malaysian) = not / no (for negative sentence) – but always followed by verb. Indonesia using the word Tidak for Tiada:<br>Example:<br><strong>Saya tidak sengaja melakukan itu </strong>= <em>I didn’t itended to do it</em></p>



<p><strong>Tika </strong>= ketika</p>



<p><strong>Tikam </strong>= tusukan, menusuk tajam</p>



<p><strong>Temaram</strong>= hampir gelap, suram, tidak bercahaya terang</p>



<p><strong>Tandang </strong>= bertamu, berkunjung</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI U</h2>



<p><strong>Ufuk</strong> = Ujung Langit, Garis yang memisahkan bumi dan langit</p>



<p> Itulah beberapa <strong>kumpulan diksi indah yang jarang digunakan</strong>, masih banyak lagi diksi yang belum saya masukkan, akan saya update seiring waktu. <strong>Diksi akan semakin indah</strong> tergantung pelatakan diksi tersebut, bahkan diksi biasa pun akan terasa indah jika disandingkan dengan kata yang sesuai dan menghasilkan makna yang serasi serta enak dibaca. Semoga bermanfaat sampai jumpa di artikel berikutnya. </p>



<p class="has-text-align-center">&nbsp;Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/Counselling-440107/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=720609">Ulrike Mai</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=720609">Pixabay</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
