<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Saintek &#8211; albabbarrosa</title>
	<atom:link href="https://alba.kazu.co.id/tag/artikel-saintek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<description>Sastra, Bahasa, Filsafat, Cerita, Fotografi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2026 18:37:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2020/01/albabbarrosa-favicon-150x150.png</url>
	<title>Artikel Saintek &#8211; albabbarrosa</title>
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenapa Api Selalu Menyala Ke Atas, Apa yang Menyebabkan?</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/artikel/kenapa-api-menyala-ke-atas/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/artikel/kenapa-api-menyala-ke-atas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 18:37:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Saintek]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Saintek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=3708</guid>

					<description><![CDATA[albabbarrosa &#8211; Alam semesta yang kita tinggali ini masih menyimpan banyak misteri. Satu persatu misteri tersebut terungkap dengan adanya sains ... <p class="read-more-container"><a title="Kenapa Api Selalu Menyala Ke Atas, Apa yang Menyebabkan?" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/artikel/kenapa-api-menyala-ke-atas/#more-3708" aria-label="More on Kenapa Api Selalu Menyala Ke Atas, Apa yang Menyebabkan?">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://alba.kazu.co.id" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">albabbarrosa</a> &#8211;</strong> Alam semesta yang kita tinggali ini masih menyimpan banyak misteri. Satu persatu misteri tersebut terungkap dengan adanya sains dan tekhnologi. Banyak ilmuwan yang sudah membuktikan kebenaran teorinya, dengan bantuan sains dan tekhnologi. Kejadian-kejadian yang selama ini disebut sebagai keanehan berubah menjadi hal yang begitu menarik dan penuh dengan pengetahuan berkat teori yang sudah di buktikan oleh ilmuwan.</p>



<p>Salah satu keunikan yang ada dikehidupan kita sehari-hari adalah NYALA API. Sudah tidak ada yang asing lagi kan dengan nyala api. Api sendiri sudah diketahui manusia sejak ribuan tahun lalu. Dan sampai serkarang pun Api masih ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kompor Gas buat masak ada apinya, korek ada apinya, sampai hatimu yang terbakar karena cemburu pun ada apinya kan, iya kan iya kan.</p>



<p>Nah coba deh kamu amati nyala api itu, apakah ada yang aneh, adakah yang unik dari nyala api tersebut? Kalo belum menemukan keanehan atau keunikannya, coba kamu ambil korek gas kamu, lalau hadapkan kebawah, dan nyalakan korek gasnya. Dan lihat apa yang terjadi. Yups, nyala api pasti akan keatas. Mau dihadapkan kesamping kiri, samping kanan, kebawah, nyala api pasti akan selalu keatas. Cukup unik bukan. Pasti kamu bertanya-tanya kan, kenapa nyala api selalu keatas. Nah kali ini ApaYang akan memberikan jawaban Kenapa Nyala api Selalu Keatas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Api</h2>



<p>Api merupakan suatu area gas dimana terjadi proses oksidasi dengan laju tinggi. Apa sih itu <strong><a href="https://libratama.com/pengertian-oksidasi/" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">oksidasi</a></strong>? Oksidasi adalah interaksi kontak langsung antara molekul oksigen dan semua zat yang berbeda dari benda mati hingga jaringan hidup seperti tumbuhan. Contoh lain oksidasi adalah proses perkaratan besi, bedanya, oksidasi pada proses perkaratan besi berlangsung begitu lama, sedangkan oksidasi pada api berlangsung begitu cepat. Reaksi oksidasi yang terjadi pada api membebaskan banyak energi sehingga timbul panas dan cahaya. Saking banyaknya energi yang terbebas maka api dapat memancarkan cahaya dan menghasilkan energi panas. Meskipun terlihat simpel. Ternyata api menyimpan teori yang cukup rumit bukan.</p>



<p>Pada proses terjadinya ai terdapat tiga unsur, yaitu: 1. Bahan bakar/benda yang harus menjadi uap terlebih dahulu 2. Oksigen yang cukup untuk menentukan titik nyala 3. Sumber panas sebagai alat oksidasi. Ketika keadaan suhu telah mencapai padsa titik nyala suatu bahan bakar, maka ketiga unsur tersebut akan memproduksi api, yang tergabung membentuk segitiga api.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa nyala api selalu keatas.</h2>



<p>Karena api menghasilkan panas, maka udara yang menjadi tempat kobaran api ikut menjadi panas. Ketika udara dalam keadaan panas, molekul gas tersebut akan bergerak makin cepat sehingga terpisah semakin jauh satu dengan yang lainnya. Hal ini mengakibatkan udara panas tersebut mengalami pemuaian volume (volume menjadi besar). Karena terjadi pertambahan volume, maka massa jenis udara tersebut mengecil (menjadi lebih ringan) dan bergerak keatas. Sementara udara disekitar api yang lebih dingin memiliki massa jenis yang lebih besar akan bergerak kebawah. Hal ini sesuai dengan teori dasar massa jenis, dimana benda dengan massa jenis yang lebih kecil akan bergerak keatas, sedangkan benda dengan massa jenis lebih besar akan bergerak kebawah. Karena itulah batu bisa tenggelam di air, dan sterofoam bisa mengambang. Dikarenakan batu memiliki massa jenis yang lebih besar dibandingkan air, dan sterofoam memiliki massa jenis yang lebih kecil dibandingkan air.</p>



<p>Maka dapat disimpulkan, bahwa nyala api selalu keatas dikarenakan udara tempat api menyala memiliki massa jenis yang lebih kecil (ringan) dibandingkan udara disekitar api yang memiliki massa jenis yang lebih besar. Sehingga terjadiah efek apung.</p>



<p>Nah, setelah membaca artikel di atas sudah tidak kepo lagi kan dengan nyala api yang selalu keatas. Baca terus artikel-artikel di ApaYang, arena artielnya sangatlah menarik dan bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/artikel/kenapa-api-menyala-ke-atas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukti Colombus Bukan yang Pertama Menjelajah Amerika</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/artikel/bukti-colombus-bukan-yang-pertama-menjelajah-amerika/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/artikel/bukti-colombus-bukan-yang-pertama-menjelajah-amerika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 12:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Saintek]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Saintek]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Konspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=601</guid>

					<description><![CDATA[albabbarrosa &#8211; Benua Amerika merupakan benua terbesar kedua setelah benua Asia, dengan bentang luas wilayahnya kurang lebih 42.292.000 km². Secara ... <p class="read-more-container"><a title="Bukti Colombus Bukan yang Pertama Menjelajah Amerika" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/artikel/bukti-colombus-bukan-yang-pertama-menjelajah-amerika/#more-601" aria-label="More on Bukti Colombus Bukan yang Pertama Menjelajah Amerika">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://alba.kazu.co.id"> albabbarrosa &#8211;</a></strong> Benua Amerika merupakan benua terbesar kedua setelah benua Asia, dengan bentang luas wilayahnya kurang lebih 42.292.000 km². Secara umum Benua Amerika dibagi menjadi 3 bagian yaitu; Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Benua Amerika terletak diantara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik, secara Astronomi, Benua Amerika berada di 72 derajat LU – 59 derajat LS dan 36 derajat BB – 163 derajat BB.</p>



<p>Banyak
orang yang menganggap bahwa penemu Benua Amerika ialah Christopher
Colombus seorang penjelajah dan pedagang asal Genoa, Italia. Colombus
sampai di Benua Amerika pada 12 Oktober 1492 dengan beberapa Armada
kapal. Perjalanan Colombus ke Benua Amerika Bukan hanya sekedar
berpetualang ataupun berdagang, melainkan perintah dari Ratu Isabella
dari Kastilia Spanyol setelah Ratu isabela menaklukan Andalusia pada
2 Januari 1492. Baca “ Jatuhnya Islam di Andalusia.”</p>



<p><strong><a href="https://republika.co.id/berita/qcb9wd320/bukti-ilmiah-penemu-benua-amerika-bukan-colombus-tapi-muslim">Colombus</a></strong> berniat menjadikan wilayah Benua Amerika sebagai perluasan wilayah Spanyol , mereka merasa yakin bisa menaklukan amerika tanpa tahu bahwa di Benua amerika sudah terdapat peradapan, yaitu Suku Indian. Bahkan menurut Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Wisconsin, Madison John Phelan mengungkapkan bahwa niat lain Colombus menjelejah (menjajah) Benua Amerika (pada saat itu dikenal dengan nama New World “ Dunia Baru”) untuk mendapatkan emas, rempah-rempah, dan keuntungan lain sebanyak-banyaknya demi harapannya menaklukan Kota Yerussalem.</p>



<p>500
tahun sebelum kedatangan Colombus, seorang Penjelajah Viking Leif
Ericson seorang penjelajah asal Islandia, sudah mencapai Amerika
Utara. Ia mendirikan sebuah pemukiman Norse di Vinland, yang di
definisikan dengan L’Anse aux Meadows di ujung utara Newfoundland
di Kanada saat ini. Selain Leif Ericson, seorang penjelajah Muslim
dari Cordoba Khaskhas Ibnu Saied juga suda sampai di Amerika, yaitu
pada tahun 889M.</p>



<p>Lalu
bagaimana bisa mencuat sebuah pernyataan bahwa Colombus lah yang
menemukan Benua Amerika. Padahal jelas – jelas di Amerika sudah ada
peradapan  Suku Indian, yang tentunya juga sudah terdapat pengaruh
dari luar (sudah ada penjelajah lain yang sampai di Benua Amerika). 
</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>History has been written by the victors “Sejarah ditulis ulang oleh para pemenang” – Winston Churchill.</p></blockquote>



<p>Berakhirnya
Abad Pertengahan Eropa di tandai dengan Jatuhnya Kekaisaran Bizantium
(Kekaisaran Romawi Timur) ke tangan Kesultanan Utsmaniayah ( Turki )
yang dipimpin oleh Sultan Mehmed II pada 19 mei 1453.</p>



<p>Sedangkan
abad renaissance di mulai 39 tahun kemudian, tepatnya tahun 1492.
Dimulai dari Italia dan Spanyol yang semakin maju setelah mengambil
dari andalusia dari tangan Islam. Renaissance adalah masa dimana
gerakan-gerakan pembaharuan bermunculan, yang bertolak dari pembelaan
atas rasionalitas dan keyakinan terhadap akal. Pada abad Pertengahan,
Rasionalitas adalah sesuatu yang dianggap dosa oleh gereja.</p>



<p>Ada
tiga hal yang membuat Renaissance senakin cepat, yaitu; Mesiu,
menandakan runtuhnya kekuasaan Feodal, karena senjata telah bisa
digunakan oleh kaum proletar. Seni Cetak, melambangkan pengetahuan
tak lagi milik elit tertentu. Kompas, yang berarti navigasi telah
menjadi hak semua orang, dan memungkinkan orang Eropa memperluas
horizon ke Barat ke Dunia Baru (New World), maka dimulailah
Penjelajahan Colombus ke barat yang sampai di benua Amerika.</p>



<p>Kemenangan
Colombus atas Suku-suku Indian dengan eksplorasi dan kolonialisasi
membawa pengaruh besar terhadap Eropa. Menurut Hart (1978), penemuan
Colombus merupakan mahkota sekaligus tonggak penting dalam sejarah
eksplorasi dan kolonialisasi Dunia Baru. Colombus seolah membuka
pintu bagi Eropa akan pemukiman baru, penyedia sumber daya mineral
dan sumber daya hayati yang nantinya bakal memperbaiki kehidupan
Eropa. Sekalipun kemajuan Eropa harus mengorbankan kehidupan Suku
Indian, namun eksplorasinya itu membuka jalan bagi Spanyol dan Bangsa
Eropa lain untuk mengkolonialisasi Amerika (Nugroho, 2016). Karena
alasan inilah orang Eropa menobatkan Colombus sebagai penemu Benua
Amerika.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Saya benci imperialisme, saya menentang kolonialisme, dan saya curiga terhadap cara-cara terakhir mereka yang posisinya terpojok itu untuk bertahan. Kami bertekad, bahwa Bangsa kami dan dunia secara keseluruhan tidak boleh menjadi permainan oleh satu bagian kecil dunia saja. Pidato Soekarno di PBB.</p></blockquote>



<p>Semoga
artikel ini bermanfaat, dan menambah wawasan. Sampai jumpa di Sejarah
berikutnya. 
</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/artikel/bukti-colombus-bukan-yang-pertama-menjelajah-amerika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jika Pohon Di Bumi Habis &#8211; Apa yang Terjadi Jik Bumi Tanpa Pohon</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/artikel/jika-pohon-di-bumi-habis/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/artikel/jika-pohon-di-bumi-habis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 06:39:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Saintek]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Saintek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=598</guid>

					<description><![CDATA[Bumi Tanpa Pohon &#8211; Alam semesta kita ini di ciptakan Allah dengan sangat kompleks, tak ada satupun yang tidak mempunyai ... <p class="read-more-container"><a title="Jika Pohon Di Bumi Habis &#8211; Apa yang Terjadi Jik Bumi Tanpa Pohon" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/artikel/jika-pohon-di-bumi-habis/#more-598" aria-label="More on Jika Pohon Di Bumi Habis &#8211; Apa yang Terjadi Jik Bumi Tanpa Pohon">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Bumi Tanpa Pohon &#8211;</strong>  Alam semesta kita ini di ciptakan Allah dengan sangat kompleks, tak ada satupun yang tidak mempunyai manfaat atau tidak berguna. dan diciptakanlah sebuah benda yang begitu besar dengan kekuatan panas yang tak bisa kita ukur berapa derajat panas dari benda tersebut, dialah matahari. Siapa sangka ternyata benda yang sangat panas tersebut sangat penting bagi kehidupan.  </p>



<p>Lalu bagaimana
dengan bumi  kita ini, tempat yang sudah ditinggali selama ribuan
tahun ini. Bumi memiliki sifat merawat dan menghidupi, kebaikan yang
teramat besar sampai kita tidak mungkin bisa membalas jasanya. Bumi
kita terlampau baik, kau lukai tubuhnya, kau sisipkan duri, kau
basahi dia, bukannya marah dia malah menumbuhkan sesuatu yang
menghidupi kita. Buahnya kita makan, batangnya kita bikin rumah,
daunnya untuk pakan ternak, dan dia dengan suka rela memberikan
oksigen kamu agar bisa terus hidup dan menikmati hasilnya. ( Cerita
tentang tatasurya – Karya anak SD)</p>



<p>Tahukah kamu
bahwa 71% permukaan bumi di tutupi air, dan sisanya ditumbuhi pohon
sebanyak 3 Triliun (data ini berdasarkan survei pada tahun 2015) dan
1,39 triliun pohon tersebut tumbuh di daerah hutan tropis dan
sub-tropis.  Sedangkan di Indonesia – yang masuk menjadi salah satu
paru-paru dunia – mempunyai hutan tropis seluas 128 juta hektare,
coba kalau dihitung ada berapa milyar pohon itu.</p>



<p><strong>Sudah Cukup Banyakkah Pohon di Bumi?</strong></p>



<p>Kenapa kita harus
tahu, sudah cukup banyak atau belum pohon di bumi ini. Mengingat
sekarang sudah banyak sekali deforestasi, ( pengalihan fungsi hutan
menjadi perkampungan atau perusahaan pertambangan dan lain-lain)
kebakaran hutan,  yang tentu mengurangi jumlah pohon dalam jumlah
yang banyak. 
</p>



<p>Seperti yang
sudah kita tahu bahwa, pohon merupakan penghasil oksigen bagi
manusia. Dan tahukah kamu bahwa satu pohon besar bisa menghasilkan
oksigen yang cukup untuk menghidupi 2 orang dewasa selama satu tahun.
Sekarang kita coba hitung berapa oksigen yang diperlukan orang dewasa
dalam satu hari. Ternyata satu orang dewasa menghirup sebanyak kurang
lebih 2200 liter dalam bentuk oksigen perhari. Jika satu pohon bisa
menghidupi dua orang dalam satu hari, berarti satu pohon besar
menghasilkan 4400 liter oksigen perhari.</p>



<p>Sekarang coba
kita bandingkan jumlah pohon di bumi dan jumlah manusia di bumi
(anggap saja semuanya manusia dewasa)</p>



<p>Jumlah pohon di
bumi   -berdasarkan survei tahun 2015-  sebanyak 3 triliun. Dan
jumlah manusia adalah sebanyak  -berdasarkan data tahun 2017- 8
miliar Jiwa. Mari kita hitung.</p>



<p>3 triliun (pohon)
X 4400liter (oksigen yang dihasilkan) = 13.200 Triliun liter. berarti
dalam satu hari semua pohon yang ada di dunia menghasilkan oksigen
sebanyak  13.200 Triliun liter. Semua oksigen ini akan dikirim
kepenjuru dunia melalui angin. 
</p>



<p>8 miliar (manusia
di bumi) X 2200 (jumlah Oksigen yang diperlukan perhari) = 1.600
miliar (oksigen yang di butuhkan perhari) 
</p>



<p>Sekarang kita
hitung lagi, 13.200 Triliun (oksigen yang di hasilkan perhari) –
1.600 miliar (oksigen yang diperlukan perhari) = Syntax Erorr. (
wkwkwk kalkulatorku erorr) pokoknya masih ada sekitar 13.198 triliun
liter oksigen. 
</p>



<p>Apakah kamu
merasa suduh cukup banyak atau sudah cukup lebih?. Itu baru untuk
konsumsi manusia, belum miliaran hewan hewan lainnya yang bernafas
dengan paru paru. Dan perlu dicatat, pohon hanya menghasilkan oksigen
di siang hari. Dan pada malam harinya sama seperti manusia dan hewan,
pohon juga perlu mengkonsumsi oksigen yang di hasilkannya tadi.</p>



<p>Jika kamu merasa
kaya karena masih punya sisa 13.198 Triliun Oksigen, kamu salah.
Untung tidak ada ilmuwan yang menghitung secara rinci berapa jumlah
oksigen yang diperlukan semua makhluk hidup yang ada dibumi
perharinya. Kalau misalnya ada pasti kamu akan merasa miskin karena
Oksigenmu ternyata tinggal sedikit. Belum lagi pohon-pohon di hutan
banyak yang terbakar, banyak yang di tebang tanpa di tanam lagi.
Belum lagi jika Ibukota di pindah ke Kalimantan, entah berapa ribu
pohon yang akan ditebang. Bukannya di tanami pohon lagi, e&#8230; malah
ditanami beton.</p>



<p>Sekarang
pernahkah kamu berpikir tentang dunia yang semakin modern ini.
Bagaimana jadinya jika bumi kita ini menjadi sepereti apa yang ada di
film-film yang menceritakan tentang masa depan bumi yang hancur
ekosistemnya.  Pernahkah kamu menonton film The Lorax fil, ini
menceritakan sebuah kota yang dulunya ditumbuhi pepohonan hijau
kemudian menjadi tandus, karena pohon-pohon tersebut ditebang tanpa
ditanam lagi. Kemudian didirikanlah kota thendenville sebuah kota
buatan yang di kelilingi tembok besar. Semuanya serba buatan,
pohonnya terbuat drai plastik, rumputnya terbuat dari plastik, sampai
oksigen pun buatan sebuah pabrik, dan orang-orang di kota harus
membeli oksigen agar bisa bertahan hidup.</p>



<p>Akan seperti itukah bumi kita ini sebelum Kiamat, entahlah. Tapi aku tidak mau menghadapi dua kedaan tersebut, jika terpaksa harus menghadapi dua kedaan tersebut semoga kita diberi kekuatan jiwa raga. Sekian dulu artikel kali ini, saya capek sekali, karena dari tadi bikin artikel ini tanpa ditemani satu musikpun. Sampi jumpa di artikel berikutnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/artikel/jika-pohon-di-bumi-habis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konspirasi Teori Manusia Purba – Kita Manusia Sejak Awalnya</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/artikel/konspirasi-teori-manusia-purba/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/artikel/konspirasi-teori-manusia-purba/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 12:41:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Saintek]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Saintek]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Konspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=582</guid>

					<description><![CDATA[Konspirasi Teori Manusia Purba &#8211; Siapa disini yang masih percaya sama teori manusia purba, kalau saya si sudah enggak ya. ... <p class="read-more-container"><a title="Konspirasi Teori Manusia Purba – Kita Manusia Sejak Awalnya" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/artikel/konspirasi-teori-manusia-purba/#more-582" aria-label="More on Konspirasi Teori Manusia Purba – Kita Manusia Sejak Awalnya">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Konspirasi Teori Manusia Purba &#8211;</strong>  Siapa disini yang masih percaya sama teori manusia purba, kalau saya si sudah enggak ya. Dulu ketika masih duduk di Sekolah Dasar sih iya iya aja di kasih materi sejarah manusia purba, ya karena masih bocil, belum tahu tentang dunia luar. Kalo sekarang kan udah gedhe, sudah bisa baca ini itu, bisa akses ini itu, dan pemikiran pun semakin luas. Dan sekarang saya berada di depan menolak teori manusia purba, kalo kamu gimana?</p>



<p> Sebagai muslim harusnya kita sudah tahu bahwa kita ini adalah anak turunnya Nabi Adam Alaihis Salam. Sejak kecil pun kita sudah dikasih tahu bahwa manusia pertama yang diturunkan ke bumi adalah Nabi Adam dan Ibu Hawa, setelah mereka melakukan kesalahan ketika masih di Surga karena hasutan dari Jin yang menyamar seokar ular.  </p>



<p> Akan tetapi ilmuwan Barat menandaskan manusia pertama menurut pendukung teori evolusi dari Barat bukanlah Nabi Adam tetapi manusia kera yang mengalami ‘perbaikan’ menjadi manusia purba dan berakhir menjadi manusia modern. Tahapan tersebut sangat bersifat ‘rekayasa’, meskipun perekayasaannya diperkuat  -dalam kontek Indonesia- ditemukan fosil kuno  -seakan-akan manusia awal- yakni  <em>homo soloensis, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Homo_wajakensis">homo wajaknesis</a>, </em>dan sebagainya. Diperkuat dengan hunian manusia purba yang seolah memperkokoh argumen Barat. Meskipun rentetan antarfosil tersebut terjadi <em>missing link </em>(mata rantai yang hilang). Jika kita tak sadar dan meyakini argumen ilmuwan Barat, berarti kita ikut membenarkan bahwa manusia pertama bukan Nabiyullah Adam Alaihis Salam.</p>



<p> Menurut teori evolusi Barat, manusia purba adalah fase perkembangan kedua setelah manusia kera yang ditemukan di Afrika Selatan dan Amerika Selatan. Fase trakhir dari evolusi manusia adalah manusia modern (di antaranya <em>homo sapiens</em>). Dalam penelitian mereka mengatakan bahwa Pulau jawa sangat penting bagi dunia karena penemuan manusia purba (<em>homo erectus</em>), 50 persennya ada di Indonesia yang bermanfaat mengetahui tahapan evolusi perkembangan manusia. Secara tidak sadar kita itu sudah dihina sama mereka kalau kita ini merupakan evolusi dari kera, manusia purba, homo sapiens, homo erectus. Kurang ajar banget kan mereka.</p>



<figure class="wp-block-image size-medium"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="300" height="228" src="https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/01/Konspirasi-Teori-Manusia-Purba-300x228.png" alt="Teori Manusia Purba" class="wp-image-584" srcset="https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/01/Konspirasi-Teori-Manusia-Purba-300x228.png 300w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/01/Konspirasi-Teori-Manusia-Purba-768x584.png 768w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/01/Konspirasi-Teori-Manusia-Purba.png 1000w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading"> Teori Evolusi Darwin</h4>



<p> Pada tahun 1859 Darwin menerbitkan bukunya yang berjudul “On The Origin of Species” yang merumuskan tentang toeri evolusi, bahwa populasi berevolusi dari generasi ke generasi dengan proses seleksi alam. Pada bagian pertama Darwin mengungkapkan tentang bagaimana sala usul Ikan Paus, menurutnya ikan paus merupakan evolusi dari binatang darat yang kerap mencari makanan diperairan hingga lama kelamaan hewan darat tersebut berubah menjadi ikan paus.  </p>



<p> Kemudian pada bukunya yang berikutnya , The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex (1871), menurutnya manusia itu berevolusi dari seekor kera. Namun ia mendapat banyak celaan karena tidak ada bukti yang kuat berupa fosil manusi kera, Hingga kemudian dia mulai mencari pengikut untuk mendukung teorinya. Dari sinilah kemudian mulai dilakukannya penelitian untuk mencari fosil fosil manusia purba yang berevolusi dari kera. Menurut peniliti lain yang juga menganut teori darwin, menyebut asal-usul manusia  lebih dekat kepada siamang dan orang utan yang habitat alaminya ada di Asia Tenggara. Hingga akhirnya dilakukanlah penelitiannya di gua-gua di padang, sumatera yang dibantu oleh kolonial Belanda pada tahun 1888.</p>



<p> Teori Darwin seolah menganggap bahwa makhluk yang ada di dunia ini tercipta secara evolusi dari beberapa makhluk saja. Padahal alam semesta ini diciptakan dengan sangat kompleknya, sejak awal diciptakan pun sudah beragam flora dan faunanya. Secara tidak langsung teori tersebut meremehkan kekuasaan Allah sang pencipta.</p>



<p> Lalu bagaimana teori seperti ini bisa masuk di materi pelajaran sejarah maupun biologi di Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama. Apa manfaat bagi kita dijejali materi seperti ini ketika masih duduk di bangku SD maupun SMP. Konspirasi apa yang sudah diperbuat oleh kaum barat. Saya rasa tidak ada manfaatnya sama sekali mempelajari tentang manusia purba, apalagi teori manusia yang berevolusi dari kera. Cegah adek adek kalian yang masih SD agar tidak sia sia mengahabiskan waktunya mempelajari materi yang tak bermanfaat itu. Kita ini manusia sejak awalnya.</p>



<p><a href="https://alba.kazu.co.id">albabbarrosa.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/artikel/konspirasi-teori-manusia-purba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
