<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diksi Indah &#8211; albabbarrosa</title>
	<atom:link href="https://alba.kazu.co.id/tag/diksi-indah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<description>Sastra, Bahasa, Filsafat, Cerita, Fotografi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Mar 2026 18:40:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2020/01/albabbarrosa-favicon-150x150.png</url>
	<title>Diksi Indah &#8211; albabbarrosa</title>
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 18:40:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Diksi Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Diksi Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/kumpulan-diksi-indah-yang-jarang-digunakan/</guid>

					<description><![CDATA[Dalam setiap karya seni puisi, cerpen, novel, pantun pemilihan kata sangatlah diperhatikan. Karna keindahan bukan hanya dibangun dari nilai atau ... <p class="read-more-container"><a title="Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/#more-71" aria-label="More on Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p> Dalam setiap karya seni puisi, cerpen, novel, pantun <strong>pemilihan kata</strong> sangatlah diperhatikan. Karna keindahan bukan hanya dibangun dari nilai atau makna karya tersebut, tetapi juga pemilihan sebuah kata. </p>



<p> Pemilihan kata kurang familiar mungkin, orang lebih mengenal istilah <strong>diksi</strong> daripada pemilihan kata atau mungkin malah terbalik. &nbsp;<strong><a href="https://alba.kazu.co.id/">Apa sih itu diksi</a>?</strong>. &nbsp;Dalam KBBI dijelaskan bahwa <strong>diksi adalah</strong>pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu. </p>



<p><strong>Definisi diksi</strong> diatas mungkin terlalu umum, karena dalam dunia sastra diksi lebih mengarah kepada pemilihan kata yang bukan hanya selaras tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam, memiliki keindahan tersendiri ketika dibaca. Maka dari itu, dikenal istilah <strong>diksi indah</strong> dalam dunia sastra. &nbsp; </p>



<p><strong>Penggunaan diksi yang indah</strong> akan membuat pembaca karya tersebut larut dalam keindahan dan kedalaman makna. Untuk itu seorang sastrawan harus pandai dalam <strong>menggunakan diksi</strong> dan memilih diksi apa yang cocok. <strong>Penggunaan diksi yang berbeda</strong> secara konsisten bisa menjadi ciri khas seorang sastrawan. </p>



<p> Berikut <strong>kumpulan</strong> beberapa <strong>diksi indah</strong> yang jarang digunakan. Jarang digunakan bisa jadi karena sedikitnya orang yang nengetahui eksistensi diksi tersebut. Atau bisa juga karena diksi tersebut lazim tidak digunakan dalam karya sastra. </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI A</h2>



<p><strong>Ajal =</strong> Kematian, Keluarnya nyawa dari tubuh</p>



<p><strong>Anindhita </strong>= sempurna</p>



<p><strong>Anala </strong>= Api</p>



<p><strong>Ancala </strong>= Gunung</p>



<p><strong>Ambu </strong>= Aroma</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI B</h2>



<p><strong>Bagaskara</strong> = panas matahari, bisa juga diartikan sebagai yang memberi cahaya penerang</p>



<p><strong>Baskara</strong> = Matahari</p>



<p><strong>Bara =</strong> , Cikal bakal api, Sesuatu yang baru terbakar namun belum menghasilkan api, warna merah pada arang yang akan menjadi api, (dalam bahasa jawa disebut; Mowo,</p>



<p><strong>Belenggu </strong>= alat untuk mengikat, terbelenggu = terikat</p>



<p><strong>Badui</strong> = pengembara, nomad</p>



<p><strong>Bui</strong> = penjara, kurungan</p>



<p><strong>Basirah</strong> = hati, penglihatan hati, qalbu</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI C</h2>



<p><strong>Cakrawala </strong>= lengkungan langit, atau cekungan langit, Kubah Langit</p>



<p><strong>Caci </strong>= cela, cerca</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI D</h2>



<p><strong>Daku</strong> (pronoun) = I -&gt; this usage usually on song or poet</p>



<p><strong>Deru =</strong> Tiruan bunyi angin ribut (suara mesin pabrik, knalpot racing dll)</p>



<p><strong>Derap </strong>= bunyi kaki orang berjalan cepat, derap langkah</p>



<p><strong>Dera </strong>= pukulan dengan rotan, cemeti, dan sebagainya</p>



<p><strong>Dekap </strong>= peuk, memeluk </p>



<p><strong>Derai </strong>= butir butir, suara rintikan air hujan pada kaca dan sebagainya </p>



<p><strong>Disengaja</strong> (adverb) = on purpose</p>



<p><strong>Dipapah</strong> = disangga, diampu, dibantu</p>



<p><strong>Ditampah</strong> = disaring, diayak, difilter</p>



<p><strong>Dipepah</strong> = dipukul, dipentung, dipupuk</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI G</h2>



<p><strong>Gapah</strong> = cakap, lincah, trengginas, pantas</p>



<p><strong>Gentar =</strong> Rasa takut sampai gemetar, </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI H</h2>



<p><strong>Halom</strong> = Hitam</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI I</h2>



<p><strong>Insan </strong>= manusia</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI J</h2>



<p><strong>Jalang =</strong> Liar dan nakal, Tidak dipelihara orang</p>



<p><strong>Jasad</strong> (noun) = body – also badan</p>



<p><strong>Jejal </strong>= penuh sesak, jejali = penuh sesakilah</p>



<p><strong>Jelampah</strong> =bergelimpang, bergolek, terkapar</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI K</h2>



<p><strong>Kala</strong> (adverb of time )= When -&gt; the daily usage for this word is Ketika or Saat , kala is used mostly on song or poet</p>



<p><strong>Kelabu </strong>= abu-abu, antara hitam dan putih</p>



<p><strong>Kaprah</strong> = biasa, lumrah, kebanyakan</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI L</h2>



<p><strong>Lembayung </strong>= waktu-waktu berakhirnya senja, merah jingga</p>



<p><strong>Lara </strong>= sedih, susah hati</p>



<p><strong>Lelap </strong>= tidak sadarkan diri, nyenyak</p>



<p><strong>Lunglai </strong>= lemah sekali </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI M</h2>



<p><strong>Memancar</strong> ( verb) (Malaysian) = for Indonesian is bersinar. See the examples below:</p>



<p><strong>Matarahari bersinar</strong> = <em>the sun shines.</em><br>Matarahi memancarkan sinarnya = The sun sprays its ray</p>



<p><strong>Masygul</strong> = bersusah hati karena sesuatu, sedih, murung</p>



<p><strong>Mencabar </strong>= menantang</p>



<p><strong>Mengerang </strong>= berteriak kesakitan, rintihan keras </p>



<p><strong>Muak </strong>= sudah jemu karena terlalu sering</p>



<p><strong>Merapah</strong> = merantau, menjelajah, mengembara, melanglang buana</p>



<p><strong>Meradang =</strong> Geram, Jengkel sekali, Marah sekali, </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI N</h2>



<p><strong>Nirmala </strong>= tanpa cacat atau cela, bersih, suci. Menggambarkan seorang gadis yang baik dan suka menolong</p>



<p><strong>Nestapa </strong>= sedih sekali, susah hati</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI P</h2>



<p><strong>Pasrah</strong> (verb) = entrust, devote</p>



<p><strong>Pitarah</strong> = leluhur, pendahulu, sesepuh</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI R</h2>



<p><strong>Romansa</strong> = kisah tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan</p>



<p><strong>Rapal </strong>= mengucap, membaca</p>



<p><strong>Repui</strong> = lemah, rapu, lapuk</p>



<p><strong>Relikui</strong> = benda keramat, aji-aji, jimat </p>



<p><strong>Rahsa</strong> = Rahasia</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI S</h2>



<p><strong>Selaksa </strong>= teramat banyak, tidak terhingga. Contoh : selaksa doa penjuru dunia</p>



<p><strong>Sedu =</strong> Suara tangisan yang terpotong-potong, Isak tangis</p>



<p><strong>Suria</strong> (noun) = Malaysian word for Surya (Sun)</p>



<p><strong>Surya bara neraka</strong> = cahaya dari sesuatu yang terbakar dan masih terlihat apinya di neraka</p>



<p><strong>Sadrah</strong> =berserah, pasrah, bertawakkal</p>



<p><strong>Serapah</strong> = nista, sumpah, umpat, hardik</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI T</h2>



<p><strong>Tiada</strong> (auxilary) (Malaysian) = not / no (for negative sentence) – but always followed by verb. Indonesia using the word Tidak for Tiada:<br>Example:<br><strong>Saya tidak sengaja melakukan itu </strong>= <em>I didn’t itended to do it</em></p>



<p><strong>Tika </strong>= ketika</p>



<p><strong>Tikam </strong>= tusukan, menusuk tajam</p>



<p><strong>Temaram</strong>= hampir gelap, suram, tidak bercahaya terang</p>



<p><strong>Tandang </strong>= bertamu, berkunjung</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI U</h2>



<p><strong>Ufuk</strong> = Ujung Langit, Garis yang memisahkan bumi dan langit</p>



<p> Itulah beberapa <strong>kumpulan diksi indah yang jarang digunakan</strong>, masih banyak lagi diksi yang belum saya masukkan, akan saya update seiring waktu. <strong>Diksi akan semakin indah</strong> tergantung pelatakan diksi tersebut, bahkan diksi biasa pun akan terasa indah jika disandingkan dengan kata yang sesuai dan menghasilkan makna yang serasi serta enak dibaca. Semoga bermanfaat sampai jumpa di artikel berikutnya. </p>



<p class="has-text-align-center">&nbsp;Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/Counselling-440107/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=720609">Ulrike Mai</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=720609">Pixabay</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
