<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diksi Puisi &#8211; albabbarrosa</title>
	<atom:link href="https://alba.kazu.co.id/tag/diksi-puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<description>Sastra, Bahasa, Filsafat, Cerita, Fotografi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2026 12:37:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2020/01/albabbarrosa-favicon-150x150.png</url>
	<title>Diksi Puisi &#8211; albabbarrosa</title>
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Memilih Diksi Agar Puisi Lebih Indah dan Mendalam</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sastra/cara-memilih-diksi-puisi/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/sastra/cara-memilih-diksi-puisi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 12:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Diksi Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=3671</guid>

					<description><![CDATA[albabbarrosa.com &#8211; Dalam mebuat puisi ada aspek yang harus kita perhatikan, yaitu ; Makna Puisi, Kedalaman Makna, Bagaimana agar puisi ... <p class="read-more-container"><a title="Cara Memilih Diksi Agar Puisi Lebih Indah dan Mendalam" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sastra/cara-memilih-diksi-puisi/#more-3671" aria-label="More on Cara Memilih Diksi Agar Puisi Lebih Indah dan Mendalam">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>albabbarrosa.com &#8211; </strong>Dalam mebuat puisi ada aspek yang harus kita perhatikan, yaitu ; Makna Puisi, Kedalaman Makna, Bagaimana agar puisi bisa menarik, Emosi yang tertuang dalam puisi, dan yang juga penting adalah <strong>cara memilih diksi</strong> yang tepat sehingga maksud dari puisi dapat tersirat dengan sangat mendalam.</p>



<p>Apa itu diksi? Dalam <strong><a aria-label="undefined (buka pada tab baru)" href="https://kbbi.web.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">KBBi</a></strong> dijelaskn bahwa Diksi merupakan pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Memilih Diksi Untuk Puisi</h2>



<p><strong>Cara <a href="https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">memilih diksi</a></strong> dalam menulis puisi harus benar benar diperhatikan jika puisi kamu ingin terdengar lebih indah, berseni, dan mendalam. Dengan begitu pendengar dan pembaca puisi akan benar-benar merasakan emosi dan keindahan sastra dalam karya puisi milimu.</p>



<p>Pemilihan diksi harus disesuaikan dengan jenis puisi yang kamu buat. Jika kamu ingin membuat puisi yang bergelora, memberikan semangat maka pilihlah diksi yang pengucapannya kuat, keras. Jika kamu membuat puisi yang sendu sedih, maka pilihlah diksi yang mewakili perasaan sendu tersebut.</p>



<p>Berikut Cara Memilih Diksi Agar Puisi Kamu Terdengar Lebih Indah dan Berseni.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pilihlah Diksi Yang Umum</h2>



<p>Jika target pembaca puisi kamu adalah masyarakt umum, orang awam, atau untuk yang baru belajar tentang sastra maka <strong>pilihlah diksi yang lebih umum digunakan.</strong> Hal tersebut supaya pembaca bisa mengerti apa makna dari setiap kata secara tersurat.</p>



<p>Contoh ; Kata <strong>Anindhita</strong>, Tidak banyak orang yang mengetahui makna kata tersebut. Anindhita berarti &#8220;sempurna&#8221;. Jadi lebih baik gunakan kata sempurna.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gunakan Diksi yang Lebih Ringkas</h2>



<p>Pemilihan diksi bukan hanya untuk meberikan kesan indah dalam puisi, tetapi juga meringkas sebuah kata, suasana, keadaan dengan istilah yang lebih berseni.</p>



<p><strong>Contoh</strong> : kamu ingin memberikan gambaran suasana tentang waktu berahirnya senja, langit sore yang berwarna merah jingga, Warna Merah Jingga. Maka kamu bisa menggunakan kata &#8220;<strong>Lembayung</strong>&#8220;.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Lembayung temanku</p><p>Nada yang mendayu sayupkan mataku</p><p>Manjakan penatku</p><cite>Fourtwnty &#8211; Diam Diam Ku Bawa 1</cite></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Sesuaikan Diksi Dengan Akhir Bait</h2>



<p>Beberapa dari kita dalam mebuat puisi tentu senang dengan menyamakan setiap akhir bait dari puisi. Entah sama dalam huruf akhir kata, Pengucapan huruf diakhir kata, Kesamaan tekanan kata di akhir bait puisi dll.</p>



<p>Untuk itu diksi yang kamu pilih harus paling tidak memiliki kesamaan pada akhir baitnya. Dengan begitu puisi terdengar lebih indah dan mudah dihafal, atau mudah tergiang giang di pikiran pendengar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jangan Terlalu Banyak Menggunakan Diksi yang Jarang Diketahui</h2>



<p>Terkadang dalam menulis puisi kita terlalu nafsu dengan keindahan kata yang kita hadirkan. Sampai kita mengesampingkan sampainya maksud puisi kepada pendengar. </p>



<p>Contoh saja, kamu ingin menggunakan diksi diksi layaknya sastrawan era 90-an disetiap bait puisi kita. Bukannya kelihatan indah, malah penonton merasa kebingungan dan merasa puisi kita terlalu lebay dalam pemilihan kata.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>dalam lorong jejal hatiku tercabar nestapa / dalam lorong penuh sesak hatiku tertantang kesedihan yang mendalam</p><cite>Puisi asal buat</cite></blockquote>



<p>Nah itulah sedikit tips dari saya tentang cara memilih diksi dalam menulis puisi. Dengan pemilihan diksi yang tepat, puisi kita terdengar lebih indah dan berseni.</p>



<p>Oh iya, jiak kamu suka bermain gitar. Kamu bisa mengakses Chird Gitar di <strong><a href="https://chordindi.com/daftar-chord" target="_blank" aria-label="undefined (buka pada tab baru)" rel="noreferrer noopener">Chordindi</a>.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/sastra/cara-memilih-diksi-puisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 18:40:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Diksi Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Diksi Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/kumpulan-diksi-indah-yang-jarang-digunakan/</guid>

					<description><![CDATA[Dalam setiap karya seni puisi, cerpen, novel, pantun pemilihan kata sangatlah diperhatikan. Karna keindahan bukan hanya dibangun dari nilai atau ... <p class="read-more-container"><a title="Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/#more-71" aria-label="More on Kumpulan Diksi Indah yang Jarang Digunakan">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p> Dalam setiap karya seni puisi, cerpen, novel, pantun <strong>pemilihan kata</strong> sangatlah diperhatikan. Karna keindahan bukan hanya dibangun dari nilai atau makna karya tersebut, tetapi juga pemilihan sebuah kata. </p>



<p> Pemilihan kata kurang familiar mungkin, orang lebih mengenal istilah <strong>diksi</strong> daripada pemilihan kata atau mungkin malah terbalik. &nbsp;<strong><a href="https://alba.kazu.co.id/">Apa sih itu diksi</a>?</strong>. &nbsp;Dalam KBBI dijelaskan bahwa <strong>diksi adalah</strong>pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu. </p>



<p><strong>Definisi diksi</strong> diatas mungkin terlalu umum, karena dalam dunia sastra diksi lebih mengarah kepada pemilihan kata yang bukan hanya selaras tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam, memiliki keindahan tersendiri ketika dibaca. Maka dari itu, dikenal istilah <strong>diksi indah</strong> dalam dunia sastra. &nbsp; </p>



<p><strong>Penggunaan diksi yang indah</strong> akan membuat pembaca karya tersebut larut dalam keindahan dan kedalaman makna. Untuk itu seorang sastrawan harus pandai dalam <strong>menggunakan diksi</strong> dan memilih diksi apa yang cocok. <strong>Penggunaan diksi yang berbeda</strong> secara konsisten bisa menjadi ciri khas seorang sastrawan. </p>



<p> Berikut <strong>kumpulan</strong> beberapa <strong>diksi indah</strong> yang jarang digunakan. Jarang digunakan bisa jadi karena sedikitnya orang yang nengetahui eksistensi diksi tersebut. Atau bisa juga karena diksi tersebut lazim tidak digunakan dalam karya sastra. </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI A</h2>



<p><strong>Ajal =</strong> Kematian, Keluarnya nyawa dari tubuh</p>



<p><strong>Anindhita </strong>= sempurna</p>



<p><strong>Anala </strong>= Api</p>



<p><strong>Ancala </strong>= Gunung</p>



<p><strong>Ambu </strong>= Aroma</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI B</h2>



<p><strong>Bagaskara</strong> = panas matahari, bisa juga diartikan sebagai yang memberi cahaya penerang</p>



<p><strong>Baskara</strong> = Matahari</p>



<p><strong>Bara =</strong> , Cikal bakal api, Sesuatu yang baru terbakar namun belum menghasilkan api, warna merah pada arang yang akan menjadi api, (dalam bahasa jawa disebut; Mowo,</p>



<p><strong>Belenggu </strong>= alat untuk mengikat, terbelenggu = terikat</p>



<p><strong>Badui</strong> = pengembara, nomad</p>



<p><strong>Bui</strong> = penjara, kurungan</p>



<p><strong>Basirah</strong> = hati, penglihatan hati, qalbu</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI C</h2>



<p><strong>Cakrawala </strong>= lengkungan langit, atau cekungan langit, Kubah Langit</p>



<p><strong>Caci </strong>= cela, cerca</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI D</h2>



<p><strong>Daku</strong> (pronoun) = I -&gt; this usage usually on song or poet</p>



<p><strong>Deru =</strong> Tiruan bunyi angin ribut (suara mesin pabrik, knalpot racing dll)</p>



<p><strong>Derap </strong>= bunyi kaki orang berjalan cepat, derap langkah</p>



<p><strong>Dera </strong>= pukulan dengan rotan, cemeti, dan sebagainya</p>



<p><strong>Dekap </strong>= peuk, memeluk </p>



<p><strong>Derai </strong>= butir butir, suara rintikan air hujan pada kaca dan sebagainya </p>



<p><strong>Disengaja</strong> (adverb) = on purpose</p>



<p><strong>Dipapah</strong> = disangga, diampu, dibantu</p>



<p><strong>Ditampah</strong> = disaring, diayak, difilter</p>



<p><strong>Dipepah</strong> = dipukul, dipentung, dipupuk</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI G</h2>



<p><strong>Gapah</strong> = cakap, lincah, trengginas, pantas</p>



<p><strong>Gentar =</strong> Rasa takut sampai gemetar, </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI H</h2>



<p><strong>Halom</strong> = Hitam</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI I</h2>



<p><strong>Insan </strong>= manusia</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI J</h2>



<p><strong>Jalang =</strong> Liar dan nakal, Tidak dipelihara orang</p>



<p><strong>Jasad</strong> (noun) = body – also badan</p>



<p><strong>Jejal </strong>= penuh sesak, jejali = penuh sesakilah</p>



<p><strong>Jelampah</strong> =bergelimpang, bergolek, terkapar</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI K</h2>



<p><strong>Kala</strong> (adverb of time )= When -&gt; the daily usage for this word is Ketika or Saat , kala is used mostly on song or poet</p>



<p><strong>Kelabu </strong>= abu-abu, antara hitam dan putih</p>



<p><strong>Kaprah</strong> = biasa, lumrah, kebanyakan</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI L</h2>



<p><strong>Lembayung </strong>= waktu-waktu berakhirnya senja, merah jingga</p>



<p><strong>Lara </strong>= sedih, susah hati</p>



<p><strong>Lelap </strong>= tidak sadarkan diri, nyenyak</p>



<p><strong>Lunglai </strong>= lemah sekali </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI M</h2>



<p><strong>Memancar</strong> ( verb) (Malaysian) = for Indonesian is bersinar. See the examples below:</p>



<p><strong>Matarahari bersinar</strong> = <em>the sun shines.</em><br>Matarahi memancarkan sinarnya = The sun sprays its ray</p>



<p><strong>Masygul</strong> = bersusah hati karena sesuatu, sedih, murung</p>



<p><strong>Mencabar </strong>= menantang</p>



<p><strong>Mengerang </strong>= berteriak kesakitan, rintihan keras </p>



<p><strong>Muak </strong>= sudah jemu karena terlalu sering</p>



<p><strong>Merapah</strong> = merantau, menjelajah, mengembara, melanglang buana</p>



<p><strong>Meradang =</strong> Geram, Jengkel sekali, Marah sekali, </p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI N</h2>



<p><strong>Nirmala </strong>= tanpa cacat atau cela, bersih, suci. Menggambarkan seorang gadis yang baik dan suka menolong</p>



<p><strong>Nestapa </strong>= sedih sekali, susah hati</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI P</h2>



<p><strong>Pasrah</strong> (verb) = entrust, devote</p>



<p><strong>Pitarah</strong> = leluhur, pendahulu, sesepuh</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI R</h2>



<p><strong>Romansa</strong> = kisah tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan</p>



<p><strong>Rapal </strong>= mengucap, membaca</p>



<p><strong>Repui</strong> = lemah, rapu, lapuk</p>



<p><strong>Relikui</strong> = benda keramat, aji-aji, jimat </p>



<p><strong>Rahsa</strong> = Rahasia</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI S</h2>



<p><strong>Selaksa </strong>= teramat banyak, tidak terhingga. Contoh : selaksa doa penjuru dunia</p>



<p><strong>Sedu =</strong> Suara tangisan yang terpotong-potong, Isak tangis</p>



<p><strong>Suria</strong> (noun) = Malaysian word for Surya (Sun)</p>



<p><strong>Surya bara neraka</strong> = cahaya dari sesuatu yang terbakar dan masih terlihat apinya di neraka</p>



<p><strong>Sadrah</strong> =berserah, pasrah, bertawakkal</p>



<p><strong>Serapah</strong> = nista, sumpah, umpat, hardik</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI T</h2>



<p><strong>Tiada</strong> (auxilary) (Malaysian) = not / no (for negative sentence) – but always followed by verb. Indonesia using the word Tidak for Tiada:<br>Example:<br><strong>Saya tidak sengaja melakukan itu </strong>= <em>I didn’t itended to do it</em></p>



<p><strong>Tika </strong>= ketika</p>



<p><strong>Tikam </strong>= tusukan, menusuk tajam</p>



<p><strong>Temaram</strong>= hampir gelap, suram, tidak bercahaya terang</p>



<p><strong>Tandang </strong>= bertamu, berkunjung</p>



<h2 class="wp-block-heading">DIKSI U</h2>



<p><strong>Ufuk</strong> = Ujung Langit, Garis yang memisahkan bumi dan langit</p>



<p> Itulah beberapa <strong>kumpulan diksi indah yang jarang digunakan</strong>, masih banyak lagi diksi yang belum saya masukkan, akan saya update seiring waktu. <strong>Diksi akan semakin indah</strong> tergantung pelatakan diksi tersebut, bahkan diksi biasa pun akan terasa indah jika disandingkan dengan kata yang sesuai dan menghasilkan makna yang serasi serta enak dibaca. Semoga bermanfaat sampai jumpa di artikel berikutnya. </p>



<p class="has-text-align-center">&nbsp;Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/Counselling-440107/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=720609">Ulrike Mai</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=720609">Pixabay</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/sastra/kumpulan-diksi-indah-jarang-digunakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
