<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kaidah Bahasa Indonesia &#8211; albabbarrosa</title>
	<atom:link href="https://alba.kazu.co.id/tag/kaidah-bahasa-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<description>Sastra, Bahasa, Filsafat, Cerita, Fotografi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Mar 2026 12:43:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2020/01/albabbarrosa-favicon-150x150.png</url>
	<title>Kaidah Bahasa Indonesia &#8211; albabbarrosa</title>
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kaidah Penulisan Angka dan Lambang Bilangan Sesuai EYD</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/bahasa/kaidah-penulisan-angka-dan-lambang-bilangan/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/bahasa/kaidah-penulisan-angka-dan-lambang-bilangan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 12:43:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Info Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kaidah Berbahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kaidah Bahasa Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=414</guid>

					<description><![CDATA[Terdapat banyak kaidah yang harus diperhatikan dalam kegiatan menulis. setelah kemarin saya membahas Kaidah Menulis Kata Depan. kali ini saya ... <p class="read-more-container"><a title="Kaidah Penulisan Angka dan Lambang Bilangan Sesuai EYD" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/bahasa/kaidah-penulisan-angka-dan-lambang-bilangan/#more-414" aria-label="More on Kaidah Penulisan Angka dan Lambang Bilangan Sesuai EYD">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Terdapat banyak kaidah yang harus diperhatikan dalam kegiatan menulis. setelah kemarin saya membahas <strong><a href="https://alba.kazu.co.id/kaidah-penulisan-kata-depan/">Kaidah Menulis Kata Depan</a></strong>. kali ini saya akan menguraikan kaidah atau cara benar menulis angka dan lambang bilangan sesuai EYD Bahasa Indonesia</p>



<p>Sebelum kita masuk ke materi kaidah menulis angka dan lambang bilangan. Ada baiknya kita pahami dulu apa itu angka dan lambang bilangan. Agar pembahasan kita tidak melenceng dari batasan dari pengertian angka dan lambang bilangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Angka dan Lambang Bilangan</h2>



<p>Kata &#8220;bilangan&#8221; tidaklah asing di telinga pecinta ilmu matematika. Karena &#8220;<strong>bilangan</strong>&#8221; sendiri <strong>adalah</strong> sebuah konsep pada  matematika yang digunakan untuk pencacahan dan melakukan pengukuran. Simbol atau lambang yang digunakan untuk mewakili &#8220;bilangan&#8217; tersebut adalah <strong>Angka</strong>.</p>



<p>Dapat disimpulkan bahwa <strong>pengertian</strong> dari <strong>angka</strong> adalah sebuah simbol atau lambang yang berfungsi mewakili atau melambangkan sebuah bilangan. Pengertian angka dan lambang bilangan tidak dapat dipisahkan. Karena angka digunakan untuk menyatakan lambang bilangan.</p>



<p>Maka jika ada yang bertanya &#8220;apa perbedaan angka dan lambang bilangan?&#8221; Maka jawabannya adalah : angka merupakan simbol yang digunakan untuk menyatakan lambang bilangan.</p>



<p>Sedangkan lambang bilangan adalah sebuah lambang dari suatu bilangan. Dan simbol atau lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut angka. </p>



<p>Jadi tidak ada perbedaan antara angka dan lambang bilangan. Karena keduanya saling keterkaitan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemakaian Angka dan Lambang Bilangan</h2>



<p>Kapan angka dan lambang bilangan dipakai? Untuk apa angka dan lambang bilangan dipakai? dan bagaimana cara menulis angka dan lambang bilangan? Sebelum lanjut ke kaidah, ada baiknya kita pahami dulu untuk apa penulisan angka dipakai.</p>



<p>Penulisan angka dipakai untuk :</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Menyatakan lambang bilangan atau nomor. Lazimnya menggunakan menggunakan angka Arab (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0) atau angka Romawi (I, II, II, IV, V, dst,).</li><li>Menyatakan <strong>(i)</strong> ukuran panjang, berat, luas, dan isi,<strong> (ii) </strong>Satuan, Waktu, <strong>(iii)</strong> nilai uang, dan <strong>(iv)</strong> kuantitas. Misalnya :</li></ul>



<figure class="wp-block-table"><table class=""><tbody><tr><td><strong>(i)</strong></td><td>0.5 centimeter</td><td>4 meter persegi</td><td>5 kilogram</td><td>4 liter</td></tr><tr><td><strong>(ii)</strong></td><td> 1 jam 20 menit </td><td>tahun 1928</td><td> pukul 15.00 </td><td>17 agustus 1945</td></tr><tr><td><strong>(iii)</strong></td><td>Rp 5.000,00</td><td>50 dolar amerika</td><td>USS 3,50</td><td>10 pound Inggris</td></tr><tr><td><strong>(iv)</strong></td><td>2.000 rupiah</td><td>Y 100</td><td>10 persen</td><td>27 orang</td></tr></tbody></table></figure>



<ul class="wp-block-list"><li>Melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya : Jalan Serang Lusi  II No.69. Hotel Kute Central Park, Kamar 90</li><li>Memberi nomor bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya :Bab II, Pasal 5, Halaman 17 Surah Yasin: 9.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Penulisan Angka dan Lambang Bilangan yang Benar Sesuai EYD</h2>



<p>Setelah memahami pengertian dari angka dan lambang bilangan. Selanjutnya kita juga harus memahami kaidah penulisan angka dan lambang bilangan ynag benar yang sesuai dengan EYD bahasa Indonesia. Berikut cara menulis angka dan lambang bilangan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Cara menulis angka bertingkat seperti dibawah ini :</h4>



<ul class="wp-block-list"><li> Paku&nbsp;Buwono&nbsp;X </li><li> Pada&nbsp;awal&nbsp;abad&nbsp;XX </li><li> Dalam kehidupan pada abad ke-20 </li><li> Di tingkat&nbsp;kedua gedung itu </li><li>daerah tingkat II itu</li><li>beb ke-2 buku itu</li><li>Pasal 5</li><li>di tingkat ke-3 gedung itu</li></ul>



<p><strong>Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, maka  ditulis dengan huruf saja.</strong> Kecuali jika lambang bilangan tersebut digunakan secara beruntun, seperti dalam menulis perincian atau pemaparan, maka ditulis dengan angka.</p>



<ul class="wp-block-list"><li> Budi menonton drama itu sampai tiga kali </li><li> Diantara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju dan 5 orang memberikan suara blangko </li><li>Udin sholat malam sampai delapan rakaat</li><li>Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut terdiri dari 10 sepeda, 5 becak, dan 2 mobil pick up</li></ul>



<p><strong>Lambang bilangan&nbsp;pada&nbsp;awal&nbsp;kalimat ditulis&nbsp;dengan huruf,</strong>&nbsp;jika perlu&nbsp;susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya :</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>lima belas </em>orang tewas dalam musibah banjir bandang</li><li>Acara tersebut mengundang 200 tamu</li></ul>



<p><strong>Penulisan lambang dengan huruf, dilakukan seperti dibawah ini :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Bilangan utuh. Contoh : Dua belas (12). Lima Puluh (50). Dua ratus dua belas(212)</li><li>Bilangan Pecahan. Contoh : Setengah (1/2). Tiga perempat (3/4). Seperenam belas (1/16). Tiga dua pertiga (3 2/3). Satu persen (1%)</li></ul>



<p><strong>Penulisan lambang bilangan yang berakhiran &#8220;an&#8221;, delakukan seperti dibawah ini :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Tahun 90-an atau ditulis Tahun <em>sembilan puluhan </em></li><li>Uang 5.00-an atau ditulis Uang <em>Lima ribuan</em></li><li>Lima Uang 1.00-an atau ditulis Lima Uang <em>seratusan</em></li></ul>



<p><strong>Angka yang&nbsp;menunjukkan&nbsp;bilangan utuh&nbsp;yang&nbsp;besar&nbsp;dapat&nbsp;dieja&nbsp;sebagian supaya&nbsp;lebih mudah dibaca.  Misalnya :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li> Perusahaan itu baru saja mendapatkan pinjaman 250 juta rupiah </li><li> Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 120 juta orang </li></ul>



<p><strong>Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Contoh :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li> Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai</li><li> Di&nbsp;lemari itu&nbsp;tersimpan 800 buku dan majalah</li></ul>



<p><strong>Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat. Contoh :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Saya lampirkan tanda&nbsp;terima uang sebesar&nbsp;Rp.999,75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah)</li></ul>



<p></p>



<p><strong>Gambar oleh</strong>: <a href="https://pixabay.com/id/users/geralt-9301/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=1036469">Gerd Altmann</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=1036469">Pixabay</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/bahasa/kaidah-penulisan-angka-dan-lambang-bilangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaidah Penggunaan Huruf Kapital pada Bahasa Indonesia</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/bahasa/kaidah-pemakaian-huruf-kapita/</link>
					<comments>https://alba.kazu.co.id/bahasa/kaidah-pemakaian-huruf-kapita/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 06:37:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kaidah Berbahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kaidah Bahasa Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/kaidah-pemakaian-huruf-kapital-pada-bahasa-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[Dalam menulis ada aturan aturan khusus yang harus dilakukan. Aturan tersebut sebagai sistem penulisan yang baku agar tidak terjadi kesalahfahaman ... <p class="read-more-container"><a title="Kaidah Penggunaan Huruf Kapital pada Bahasa Indonesia" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/bahasa/kaidah-pemakaian-huruf-kapita/#more-91" aria-label="More on Kaidah Penggunaan Huruf Kapital pada Bahasa Indonesia">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Dalam menulis ada aturan aturan khusus yang harus dilakukan. Aturan tersebut sebagai sistem penulisan yang baku agar tidak terjadi kesalahfahaman atau kesalah pengertian dalam membaca sebuah tulisan karena perbedaan tanda atau lambang yang digunakan.</div>
<div></div>
<div>Dalam menulis hurufnya pun ada kaidahnya, dan yang akan saya bahas kali ini adalah kaidah Penggunaan huruf kapital. Kaidah penulisan huruf kapital pada awal kalimat pertama kali ditetapkan pada abad ke-18.</div>
<div>
<table style="margin-left: auto;margin-right: auto;text-align: center" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center"></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center">Image by <a href="https://pixabay.com/users/ChristopherPluta-108394/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=350376">Krzysztof Pluta</a> from <a href="https://pixabay.com/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=350376">Pixabay</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<h3>Kaidah Penggunaan Huruf Kapital</h3>
<div>
<ol>
<li style="text-align: left"><span style="text-align: justify"><span style="font-family: inherit">sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Setiap awal kalimat ditulis dengan huruf kapital, misalnya Dia membaca sebuah buku baru. Buku baru tersebut dibelikan oleh ayahnya.</span></span></li>
<li style="text-align: left"><span style="text-align: justify"><span style="font-family: inherit">sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya;Adik bertanya &#8220;Kapan kita silaturahim kerumah paman?&#8221; &#8220;Kemarin engkau masih ada disini&#8221;, katanya. &#8221; &#8220;Besok siang,&#8221; kata bapak, &#8220;dia akan pergi kerumah kakek&#8221;.</span></span></li>
<li style="text-align: left"><span style="text-align: justify"><span style="font-family: inherit">sebagai huruf pertama dalam ungkapan berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya Yang Maha Kuasa, Maha Esa, Alquran, Weda, Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Karena itu manusia harus taat kepadaNya.</span></span></li>
<li style="text-align: left"><span style="text-align: justify"><span style="font-family: inherit">sebagai huruf pertama nama gelar keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya Mahaputra, Sultan Hasanuddin, Haji Agus Salim, Tuanku Imam Bonjol, Nabi Sulaiman.</span></span></li>
<li style="text-align: justify">penulisan huruf kapital tidak dipakai sebagai penulisan huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidk diikuti nama orang. Misalnya dia baru saja naik haji. Mereka telah dikukuhkan menjadi sultan.</li>
<li style="text-align: justify">sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Perdana Mentri Chekov Molotov, Laksamana Muda Udara Hasyim Jalal, Sekretaris Jendral Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Jawa Tengah.</li>
<li style="text-align: justify">sebagai huruf pertama unsur unsur nama orang. Misalnya Ulil Albab, Ibnu Batutah. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau ukuran. Misalnya mesin diesel, 10 volt, 5 ampere.</li>
<li style="text-align: justify">sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya bangsa Indonesia, suku Jawa, bahasa Arab. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Misalnya mengindonesiakan kata asing, gayanya sok kearab-araban.</li>
<li style="text-align: justify">sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Misalnya Tahun Baru Hijriyah, bulan Dzul Hijjah, Idul Adha, Perang Badar, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak diapakai sebagai nama. Misalnya Soekarno Hatta memproklamirkan kemerdekaan RI.</li>
<li style="text-align: justify">sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya Asia tenggara, Jazirah Arab, Danau Toba, Selat Malaka, Terusan Suez. Huruf kapital tidak dipakai sebagai&nbsp; huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri dan nama jenis. Misalnya berlayar ke danau, menyebrangi selat, pergi ke arah tenggara, gula jawa, pisang ambon.</li>
<li style="text-align: justify">diapakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan kenegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali data seperti &#8220;dan&#8221;. Misalnya Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat, Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 02, Tahun 2004, Kementrian Agama. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah, dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi. Misalnya menjadi sebuah republik, kerjasama antara pemerintah dengan rakyat, menurut undang-undang yang berlaku.</li>
<li style="text-align: justify">dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa.</li>
<li style="text-align: justify">sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) didalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya saya membaca buku <i>Bahasa Indonesia dan Riset </i>karya Dr. Moh. Rosyid, bacalah majalah <i>Bahasa dan Sastra</i>, dia berlangganan surat kabar Republika, ia menyelesaikan buku <i>Ilmu Pendidikan</i>.</li>
<li style="text-align: justify">sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat dan sapaan. Misalnya Dr. (doktor) Prof. (Profesor) M.A (<i>Master of Arts</i>) Ny. (nyonya) Tn. (tuan) Sdr. (saudara).</li>
<li style="text-align: justify">sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti ibu, bapak, kakak, adik, paman yang dipakai dalam penyapaan pengucapan. Misalnya &#8220;Kapan Bapak berangkat bekerja&#8221;?, tanya Entis. Adik bertanya&#8221;Itu apa Bu?&#8221;. Besok Paman datang, para ibu mengunjungi Ibu Fatikhah. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk&nbsp; hubungan kekerabtan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Misalnya kita harus menghormati ibu dan bapak kita, semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.</li>
</ol>
<div>Nah,,, itulah beberapa kaidah penulisan huruf kapital, mari kita terapkan dalam setiap tulisan yang kita buat. Karena tulisan yang baik adalah yang sesuai dengan aturan.</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alba.kazu.co.id/bahasa/kaidah-pemakaian-huruf-kapita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
