<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pidato &#8211; albabbarrosa</title>
	<atom:link href="https://alba.kazu.co.id/tag/pidato/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<description>Sastra, Bahasa, Filsafat, Cerita, Fotografi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2026 12:37:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2020/01/albabbarrosa-favicon-150x150.png</url>
	<title>Pidato &#8211; albabbarrosa</title>
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perbedaan Pidato, Khotbah, Orasi, dan Ceramah Beserta Contohnya</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/sosial/perbedaan-pidato-khotbah-orasi-dan-ceramah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 12:37:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Info Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Orasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=4090</guid>

					<description><![CDATA[Apakah terdapat perbedaan dan persamaan antara pidato, khotbah, orasi, dan ceramah? Assalamualaikum, bertemu di albabbarrosa.com, kali ini saya akan membahas ... <p class="read-more-container"><a title="Perbedaan Pidato, Khotbah, Orasi, dan Ceramah Beserta Contohnya" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/sosial/perbedaan-pidato-khotbah-orasi-dan-ceramah/#more-4090" aria-label="More on Perbedaan Pidato, Khotbah, Orasi, dan Ceramah Beserta Contohnya">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Apakah terdapat perbedaan dan persamaan</strong> antara pidato, khotbah, orasi, dan ceramah? Assalamualaikum, bertemu di <strong><a href="https://alba.kazu.co.id">albabbarrosa</a>.com</strong>, kali ini saya akan membahas pengertian, perbedaan, dan persamaan mengenai pidato, khotbah, orasi, dan ceramah.</p>



<p>Pidato, khotbah, orasi, dan ceramah semuanya merupakan kecakapan berbicara di depan umum. Meski begitu, ada perbedaan, karena keempat teknik berbicara di depan umum tersebut mempunyai tujuannya masing-masing.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Pidato</h2>



<p>Pidato merupakan keterampilan berbicara di khalayak umum untuk menyampaikan pendapat. Pidato biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai peran terhadap sebuah masyarakat. Namun pidato boleh-boleh saja dilakukan oleh siapa saja.</p>



<p>Pidato sering kita lihat dalam acara-acara resmi seperti acara pelantikan, acara pertemuan dll. Pidato biasa disampaikan oleh mereka yang mempunyai jabatan atau posisi yang penting. Secara umum pidato disampaikan oleh, ketua, pengurus, kepala dll.  Sambutan-sambutan tersebut bisa digolongkan kedalam pidato.</p>



<p><strong>Adapun unsur unsur pidato adalah :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Salam Pembuka</li><li>Pendahuluan</li><li>Sapaan terhadap audiens</li><li>Isi pidato</li><li>Penutup</li><li>Salam penutup</li></ul>



<p><strong>Ciri-Ciri Pidato yang Baik :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Tujuan dan isi pidato harus jelas dan sesuai dengan tema acara</li><li>Isi pidato harus mengandung kalimat informatif dan persuatif</li><li>Penyampaian pidato harus jelas dan tidak bertele-tele</li><li>Memperhatikan intonasi bacaan dalam menyampaikan pidato</li></ul>



<p><strong>Jenis-Jenis Pidato :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Pidato Persuasif, seperti pidato kemerdekaan yang mengajak audiens untuk semangat membangun bangsa dan negara.</li><li>Pidato Informatif, seperti pidato pada acara pengenalan produk atau tekhnologi terbaru.</li><li>Pidato rekreatif, seperti pidato untuk menghibur korban bencana alam dll.</li></ul>



<p><strong>Contoh Teks Pidato :</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/07/Contoh-Teks-Pidato-Pelantikan.jpg" alt="contoh teks pidato pelantikan" class="wp-image-4091" width="566" height="598" srcset="https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/07/Contoh-Teks-Pidato-Pelantikan.jpg 566w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/07/Contoh-Teks-Pidato-Pelantikan-284x300.jpg 284w, https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2021/07/Contoh-Teks-Pidato-Pelantikan-30x32.jpg 30w" sizes="(max-width: 566px) 100vw, 566px" /><figcaption>Contoh Teks Pidato Pelantikan</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Khotbah</h2>



<p>Berbicara tentang khotbah pasti kalian semua mengarah kepada khotbah pada sholat jumuat. Ya benar, itulah salah satu bentuk khotbah yang sering kita saksikan.</p>



<p>Kata khotbah berasal dari bahasa Arab <strong>خطاب </strong>yang berarti menyampaikan. Dalam bahasa Indonesia kata Khotbah bisa disamakan dengan pidato, karena sama sama menyampaikan sesuatu di depan khalayak umum.</p>



<p>Lalu apa perbedaan khotbah dengan pidato? Khotbah lebih mengambarkan keislaman. karena kegiatan khotbah tidak terlepas dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa islam, seperti khutbah sholat jumuah, khutbah Kyai di depan para santri dll. <strong>Sedangkan pidato lebih umum</strong> dan terikat dengan agama maupun kelompok masyarakat tertentu.</p>



<p><strong>Contoh Teks Khutbah Jumat</strong></p>



<p>Sumber : <strong><a href="https://kemenag.go.id/read/khutbah-jumat-mempersiapkan-bekal-sebelum-kematian-l1epz" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kemenag</a></strong></p>



<textarea name="text" cols="60" rows="30">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
 يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
 

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang insya Allah selalu berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah SWT. Tak henti-hentinya kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam; karunia yang teramat besar yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Semoga kita selalu termasuk yang mendapatkan hidayah-Nya serta berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita.

Dan tentunya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat berbagai kehidupan yang masih diberikan kepada kita. Sehingga pada kesempatan ini kita masih dapat beribadah kepada-Nya, dapat mengingat-Nya, serta memuji-Nya.

Pujian hanya layak dimiliki oleh Allah. Alhamdulillah; segala puji hanya milik Allah. Sungguh tidaklah pantas bagi manusia untuk mengharapkan pujian, tidak pantas bagi manusia untuk merasa telah berjasa, karena sungguh sejatinya segala pujian hanya milik Allah semata.

Pada kesempatan yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak kepada hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, takwa dalam arti senantiasa berupaya dan berusaha untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap situasi dan kondisi dengan cara senantiasa berzikir dan melaksanakan segala perintahNya. Takwa dalam arti kita senantiasa melibatkan Allah dalam setiap persoalan yang kita hadapi dengan cara berdoa, memohon pertolongan dan bermunajat kepadaNya. Sehingga akan menimbulkan ketentraman dan ketenangan dalam setiap kehidupan kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Al-Quran, Surat Ali Imran, ayat 102)

Dan tentunya, shalawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti-hentinya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Sidang salat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Dalam Khutbah Jumat singkat ini, mari kita merenung sejenak tentang apa yang terjadi di sekitar kita saat ini, di mana kita sedang menjalani masa pandemi Covid 19 yang sudah berjalan lebih dari setahun. Sudah banyak orang yang meninggal, tidak sedikit di antara mereka adalah Saudara kita, tiba tiba sahabat kita meninggal dunia, siapa saja dan kapan atau di mana saja bisa meninggal dunia.

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِ   

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Kematian adalah sesuatu yang pasti kita hadapi. Sesuatu yang menjadi gerbang dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat adalah kematian.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 28, Allah berfirman:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ  ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ   

Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Dalam Tafsir Ibn Katsir, dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan akan kekuasaan Allah dan sungguh aneh orang yang ingkar kepada Allah sementara manusia awalnya tiada, lalu Allah menjadikannya ada di muka bumi ini. Ayat ini juga menunjukkan bahwa kita semua pasti mati. Dan kita semua pasti akan dibangkitkan kembali setelah kematian itu.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Maka apa saja kewajiban kita dalam kehidupan ini sebagai persiapan diri kita sebelum menghadapi kematian? Tentunya ada banyak hal. Namun setidaknya ada tiga hal yang akan kita bahas pada kesempatan berharga ini. 

Pertama, beramal sebaik mungkin. Dalam surat Al-Mulk ayat 1-2, Allah berfirman:

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ  ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ  

1. Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 2. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Seperti apakah amalan yang terbaik itu? Salah satu indikatornya adalah, pekerjaan itu dilakukan dengan istiqamah. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ خَيْرَ الْعَمَلِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Artinya; sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah yang rutin (berkelanjutan), meskipun itu sedikit.

Beramal sebaik mungkin juga berarti bahwa pekerjaan itu kita lakukan dengan seikhlas mungkin, semaksimal mungkin dan dengan sesempurna mungkin. Baik dalam interaksi kita kepada Allah maupun kepada sesama manusia, dalam tiap amal kita patrikan dalam diri kita bahwa bisa jadi itu adalah amal terakhir kita.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Yang kedua, menyiapkan amal yang terus mengalir pahalanya. Di antara yang dapat kita persiapkan adalah dengan memperbanyak amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta mendidik anak kita menjadi anak yang saleh yang dapat mendoakan kita kelak. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: ((إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ))؛ رواه مسلم

Artinya: diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendo`akan orang tuanya. (HR. Muslim).

Yang ketiga, berdoa agar diberikan husnul khatimah. Apakah itu husnul khatimah? Di antara tanda utama husnul khatimah ialah apabila ia mengucap kalimat laa ilaaha illallaah di akhir hayatnya. Dalam sebuah hadith shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

‏” مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ ‏”‏

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ maka dia akan masuk Surga.”

Indikator lainnya dari seorang yang husnul khatimah apabila ia mengerjakan pekerjaan baik di akhir hidupnya.

 قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم ‏”‏ إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ ‏”‏ ‏.‏ فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ ‏”‏ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ‏” ‏”

Rasulullah SAW bersabda: Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal. Para sahabat bertanya; Bagaimana membuatnya beramal? beliau menjawab: Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Selain berusaha dengan segenap amal saleh untuk mencapai husnul khatimah, kita juga harus selalu berdo’a agar Allah mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah.

Akhirnya, semoga kita menjadi hamba Allah yang berhasil dalam mempersiapkan kehidupan kita,  yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. dan Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang wafat dalam keadaan husnul khatimah. 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. 
أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ  فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا
اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

Ya Allah, Ya Rabb, hanya dalam kuasa-Mu segala apa yang terjadi pada hamba-Mu ini, tiada daya dan upaya selain keagungan-Mu. Ya Allah, jadikanlah segala nikmat dan titipan-Mu menjadikan hamba-Mu semakin pandai bersyukur.

Berikanlah kekuatan iman dan Islam kepada kami, ya Allah. Tuntunlah setiap langkah kami dijalan-Mu, ya Allah. Curahkanlah segala rahmat dan karunia-Mu kepada keluarga dan anak-anak kami, ya Allah

Ya Allah, ya Rabb, di hari yang engkau ciptakan ini, ajarkanlah kami agar senantiasa menempatkan-Mu ditempat yang paling agung, karena kami sadar seringkali dunia ini lebih kami pentingkan daripada Engkau ya Allah.

Ya Allah, wahai yang maha Menatap, wahai yang maha Agung dan maha Perkasa, Engkaulah yang Maha Tahu, ampunilah sebusuk apapun diri-diri kami selama ini, ampuni sekelam apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami, ampunilah kami ya Allah. Bukakan lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan lembaran yang kelam, masa lalu kami.

Ya Allah, ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh kami, ya Allah. Ampuni jika selama ini kami telah menzhaliminya, jadikan sisa umur kami menjadi anak yang tahu balas budi, ya Allah.

Ya Allah, lindungi kami dari mati suul khitimah, lindungi kami dari siksa kubur-Mu ya Allah

Ya Allah, satukanlah hati kami dalam ketaatan dan keistiqamahan dalam menjalankan kewajiban-Mu ya Allah

Jadikanlah kami orang-orang yang istiqamah dijalan-Mu, ya Allah. Anugerahkanlah segala kemuliaan-Mu kepada hamba-Mu ini, ya Allah.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ .
عباد الله، ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر
 

Editor: Moh Khoeron 
Khutbah JumatBekal Kematian
</textarea>



<p><strong>Unsur-Unsur Khutbah :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Salam pembuka</li><li>Puji syukur kehadirat Allah SWT dan Rasulnya SAW</li><li>Sapaan kepada hadirin</li><li>Isi khutbah</li><li>Pengingat dan nasihat untuk hadirin</li><li>Penutup</li></ul>



<p><strong>Ciri-Ciri Khutbah :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mengajarkan nilai-nilai keagamaan yang benar</li><li>Mengutip ayat suci atau hadits sebagai sumber data</li><li>Menceritakan kisah para Rasul dan Nabi ataupun sejarah tentang agama</li><li>Disampaikan oleh pemuka agama</li></ul>



<p><strong>Jenis-Jenis Khutbah :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Khutbah Solat Jumat</li><li>Khutbah Idul Fitri</li><li>Khutbah Idul Adha</li><li>Khutbah Gerhana Matahari</li><li>Khutbah Gerhana Bulan</li><li>Khutbah Pengajian Umum</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Orasi</h2>



<p>Orasi merupakan tindakan untuk menyampaikan apresiasi, menyampaikan pendapat ke khalayak umum yang tujuannya untuk mempengaruhi orang-orang agar sependapat dengannya.</p>



<p>Orasi biasa dilakukan ditempat umum yang terbuka, dimana banyak orang yang berkumpul untuk mendengarkan orasi tersebut. Orasi identik dengan Demo, karena pada saat demo pasti ada salah satu yang melakukan orasi.</p>



<p><strong>Unsur-Unsur dan Ciri-Ciri Orasi :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mengandung isi yang mengajak penonton</li><li>Disampaikan dengan penuh semangat</li><li>Disampaikan di depan umum</li><li>Isi merupakan bentuk protes atau setuju terhadap sebuah fenomena</li></ul>



<p><strong>Jenis-Jenis Orasi :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Orasi Demo, disampaikan pada saat berlangsungnya sebuah demo</li><li>Orasi Pancasila, disampaikan pada saat hari kemerdekaan dan hari peringatan nasional</li><li>Orasi Keagamaan, disampaikan pada saat ada fenomena tentang keagamaan</li><li>Orasi Penuntutan, disampaiakan pada saat acara penuntutan hak dll</li></ul>



<p></p>



<p><strong>Contoh Teks Orasi :</strong></p>



<textarea name="text" cols="60" rows="30">Wahai kawan-kawan, mari kita bersemangat untuk membela rakyat, dan jangan kita loyo sebagai pemuda tulang punggung bangsa ini, selama hak rakyat di dirampas kita takan pernah tinggal diam untuk melawan dan turun kejalan ini, sebagai bentuk ketidak puasan serta protes yang kami lakukan guna mencapai keadilan.

Wahai para penguasa, kami hadir untuk berkunjung secara santun, kami datang dengan harapan, dengan menanyakan kepastian, dan dengan semangat nasionalisme, harap dengarkan, camkan, dan renungkan, kami bukanlah hewan yang kalian perlakukan seenaknya, kami punya hak, saya menahih hak kami, kami tak pernah lelah berjuang demi keadilan, serta tak pernah lari dalam berperang serta memerangi ketidakadilan.

Jangan pernah katakan kemakmuran.
Jangan pernah katakan keadilan.
Jangan pernah katakan demi hukum.Jika masih saja mengombang-ambing rakyat yang miskin, menginjak-injak hak rakyat, kemperkosa kebenaran dan mempermainkan aturan seenaknya.
Sumber : http://kataestetika.blogspot.com/2016/08/contoh-teks-orasi-demonstrasi.html
</textarea>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Ceramah</h2>



<p>Ceramah adalah keterampilan berbicara, mengemukakan materi dihadapan sebuah majelis yang bertujuan untuk memberikan informasi dan ajakan kebaikan. Ceramah dilakukan oleh ahli dalam bidang keilmuan tertentu.</p>



<p>Ceramah sering disampaikan pada acara-acara yang erat kaitannya dengan ilmu, pengetahuan, informasi, dan pendidikan. </p>



<p>Ceramah juga bisa dikatakan sebagai metode menyampaiakn informasi. Karena dalam dunia pendidikan, ceramah masih digunakan sebagai metode pembelajarann.</p>



<p><strong>Ciri-Ciri Ceramah :</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li>Dilakukan untuk menyampaiakn informasi, pengetahuan, ilmu sebuah bidang tertentu</li><li>Isi haruslah sebuah pengetahuan dan informasi yang kredibel sesuai dengan data yang ada</li><li>Disampaikan oleh ahli tertentu</li></ul>



<textarea name="text" cols="60" rows="30">Dalam kesempatan kali ini saya akan berbicara tentang imsak, tentang menahan diri, yang merupakan salah satu sisi dari Puasa di Bulan Ramadhan.

Kalau manusia ini, mengaktifkan imsak-nya dalam kehidupan, tidak akan ada perkelahian, tidak ada orang yang sombong maupun kecil hati.

Orang menjadi takut, menjadi minder, karena manusia banyak yang tidak mau melakukan “imsak”.

Mari kita telaah ayat al-quran yang berbicara tentang penciptaan manusia:

“وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ” (30)

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” ِِQS Al-Baqarah: 30

Jadi, Allah sudah tahu bahwasannya nanti dunia ini perlu ada khalifah. Ya khalifah itu adalah manusia. Yang menjadi pemimpin yang memakmurkan kehidupan ini.

Malaikat berkata, “Kurang apa pengabdian kami, kurang apa puja-puji kami, Ya Allah… Nusabbihu bihamdika wa nuqaddisu lak, mengapa harus ada khalifah lagi?”

Allah mempertegas, innii a’lamau maa laa ta’lamuun. Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.
Sumber : https://unida.gontor.ac.id/ceramah-tentang-bulan-ramadhan-terbaru/
</textarea>



<h2 class="wp-block-heading">Tabel Perbedaan Pidato, Khutbah, Orasi, dan Ceramah</h2>



<table>
  <tr>
    <th>Pidato</th>
    <th>Khutbah</th>
    <th>Orasi</th>
    <th>Ceramah</th>
  </tr>
  <tr>
    <td>Disampaikan oleh siapa saja</td>
    <td>Disampaikan oleh pemuka agama</td>
    <td>Disampaiakan oleh Orator</td>
    <td>Disampaikan oleh orang yang ahli dalam bidangnya</th>
  </tr>
  <tr>
    <td>Isi bebas, yang penting positif</td>
    <td>Isi berkenaan dengan masalah keagamaan</td>
    <td>Isi orasi merupakan bentuk protes atau setuju terhadap sebuah keputusan</td>
    <td>Isi ceramah harus sesuai berupa pengetahuan, ilmu, atau informasi </th>
  </tr>
</table>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
