<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Perdaban Islam &#8211; albabbarrosa</title>
	<atom:link href="https://alba.kazu.co.id/tag/sejarah-perdaban-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<description>Sastra, Bahasa, Filsafat, Cerita, Fotografi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Jul 2026 00:37:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://alba.kazu.co.id/wp-content/uploads/2020/01/albabbarrosa-favicon-150x150.png</url>
	<title>Sejarah Perdaban Islam &#8211; albabbarrosa</title>
	<link>https://alba.kazu.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penaklukan Andalusia 711m Oleh Thariq bin Ziyad</title>
		<link>https://alba.kazu.co.id/artikel/penaklukan-andalusia-711m-oleh-thariq-bin-ziyad/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[albabbarrosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 00:37:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Perdaban Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://albabbarrosa.com/?p=595</guid>

					<description><![CDATA[Pada tanggal 29 April 711M, seorang panglima muda berdiri dengan gagahnya diatas sebuah bukit. Dengan tajam memandang hamparan semenanjung Iberia ... <p class="read-more-container"><a title="Penaklukan Andalusia 711m Oleh Thariq bin Ziyad" class="read-more button" href="https://alba.kazu.co.id/artikel/penaklukan-andalusia-711m-oleh-thariq-bin-ziyad/#more-595" aria-label="More on Penaklukan Andalusia 711m Oleh Thariq bin Ziyad">Read more</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[

<p>
Pada
tanggal 29 April 711M, seorang panglima muda berdiri dengan gagahnya
diatas sebuah bukit. Dengan tajam memandang hamparan semenanjung
Iberia Spanyol yang kemudian dikenal dengan Andalusia. Dia menatap
wajah prajurit  prajuritnya yang penuh dengan kobaran api semangat.
Dan memerintahkan kepada mereka untuk segera membakar 200 kapal
armada perangnya. Setelah semua kapal hangus terbakar, ia
menyampaikan sebuah amanah yang sangat heroik, “ wahai para
prajuritku yang gagah perkasa! Tidak ada jalan untuk melarikan diri!
Laut dibelakang dan musuh di depan kalian. Demi allah, tidak ada yang
dapat kalian lakukan kecuali bersungguh-sungguh penuh keihklasan dan
kesabaran. Ingatlah, jadilah muslim terhormat atau mati sebagai
Syuhada.”</p>



<p>Siapakah
panglima tersebut? Ia adalah Thariq bin Ziyad. Sebuah nama yang
sangat melegenda. Kelak bukit tempat ia berdiri, tempat pertama kali
ia menjejakkan kakiknya di Iberia disebut sebagai “ Jabal
ath-Thariq” atau dalam lidah barat diucapkan Gibraltar!</p>



<p>Misi
Thariq bin Ziyad adalah membebaskan rakyat Spanyol (yang kemudian
disebut dengan al-andalus) dari kezaliman serta penindasan raja dan
kaum bangsawan. Khususnya, Raja Roderick dari Visighot yang telah
memperkosa florinda putri tunggal Julian Gubernur Ceuta. Florinda
akhirnya bunuh diri karena merasa terhina dan tidak kuat menanggung
rasa malu.</p>



<p>Melihat
peristiwa ini, Julian merasakan kepedihan yang luar biasa dan meminta
kepada Musa bin Nushair Gubernur Maghribi untuk dapat membalaskan
rasa sakitnya itu serta membantunya dengan memberikan beberapa kapal
untuk pasukan Musa bin Nushair. Permintaan Julian disambut oleh Musa
bin Nushair karena memang sudah lama umat Islam mendengar penderitaan
rakyat yang tertindas di Spanyol dan belahan Eropa lainnya akibat
kekuasaan monarki yang Absolut.</p>



<p>Inilah
alasan utama Musa bin Nushair menunjuk Thariq bin Ziyad yang masih
muda memimpin pasukan sebagai bentuk aktualisasi wahyu Ilahiyah untuk
memebebaskan umat manusia dari segala bentuk kezaliman. Dalam ajaran
Islam, penyelamatan nilai kemanusiaan adalah amanah Ilahi yang
merupakan hukum paling tinggi sebagaimana Cicero berkata “salus
populi suprema lex” yang berarti “ keselamatan rakyat adalah
hukum tertinggi.”</p>



<p>Perbandingan
antara kedua pasukan 1:10. Pasukan Thariq bin Ziyad terdiri dari 7000
orang, sedangkan Raja Roderick memiliki pasukan terlatih 70.000 orang
lengap dengan pasukan berkudanya. Memang tidak sebanding, tetapi
semangat dan keyakinan para prajurit, kekompakan dan dibalut dengan
kepemimpinan Thariq mampu bergerak dengan cepat tanpa hambatan.</p>



<p>Tanggal
19 Juli 711, pasukan Thariq bin Ziyad mampu menancapkan panji-panji
bulan bintang setelah pertempuran yang menentukan di Guadalete.
Roderick mencoba melarikan diri dengan menyebrangi sungai, tetapi ia
mati tenggelam.</p>



<p>Kemenangan
Thariq bin Ziyad adalah tonggak dimulainya pencerahan di dunia Eropa.
Dibawah kerajaan Islam, agama Yahudi, Kristen, dan Islam mampu hidup
berdampingan secara harmonis bagaikan tiga sahabat dalam satu tempat
tidur selama 600 tahun. Orang-orang Yahudi mengalami kebangkitan
Spiritual dan Kultural di Spanyol. Mereka menimba mutiara ilmu dari
para Cendekiawan Muslim dan mereka tidak menjadi korban kebencian
para para penguasa Kristen seperti yang terjadi di belahan Eropa
Lainnya. Tidak ada undang-undang anti propaganda Kristen atau Yahudi
di kerajaan Islam, bahkan mereka bebas mendapatkan perlindungan.
Kepada mereka hanya diberikan status sebagai “dzimmi” (minoritas
yang dilindungi), suatu status yang memberikan perlindungan penuh
secara militer dan sipil selama mereka menghormati hukum dan
supermasi negara Islam.</p>



<p>Salah
satu faktor kemenangan Thariq bin Ziyad adalah dukungan dari penduduk
setempat. Para penduduk asli merasa terkesan dengan keluhuran akhlak
personel pasukan Thariq. Mereka merasa terbebaskankan dan sangat
percaya bahwa rakyat Andalusia akan memperoleh keadilan dan
kesejahteraan serta terbebas dari penindasan Raja, Bangsawan,
Bourgouise, dan LandLord (tuan tanah) yang meyengsarakan penduduk
dengan mewajibkan membayar pajak atau upet yang sangat tinggi. Selama
ini mereka hidup dalam suasana yng mencekam dan rasa takut bagaikan
budak yang setiap saat dapat dirampas harga dirinya sebagai manusia.</p>



<p>Para
sejarawan telah bersepakat bahwa pada zaman itu kerajaan Islam
berperan sebagai superpower yang mengawali peradaban modern
selanjutnya. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan filsafat dikembangkan.
Pintu ijtihad dibuka lebar. Tak ayal lagi Andalusia adalah mata
rantai bahkan pelopor yang menghantarkan lahirnya peradaban modern
sebagaimana yang kita saksikan hari ini. Tanpa Andalusia dunia akan
tetap tersembunyi dalam kegelapan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
